Mediakawasan.co.id, Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia 2025, Siloam Hospitals TB Simatupang menggelar kegiatan edukasi kesehatan jantung dengan menyoroti bahaya atrial fibrilasi (AF), salah satu gangguan irama jantung yang berisiko tinggi memicu stroke.
Dalam acara yang berlangsung pada Selasa (30/9), Prof. Dr. dr. Yoga Yuniardi, Sp.JP (K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Siloam Hospitals TB Simatupang, menekankan bahwa atrial fibrilasi bukan sekadar detak jantung tidak teratur, melainkan masalah serius yang dapat mengancam nyawa.
“Pada atrial fibrilasi, aliran darah di left atrial appendage atau kuping jantung bisa berhenti. Di situlah gumpalan darah terbentuk, dan 90 persen trombus pada AF memang muncul di area ini,” jelas Prof. Yoga.
Gumpalan darah tersebut berpotensi terbawa aliran darah menuju otak dan menyumbat pembuluh darah utama, sehingga menyebabkan stroke iskemik yang berat. Data penelitian menunjukkan, atrial fibrilasi berkontribusi pada 18 hingga 58 persen kasus stroke, menjadikannya salah satu penyebab utama stroke di seluruh dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Yoga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala yang tampak sepele namun bisa berakibat fatal.
“Jangan tunggu sampai gejala berat muncul. Bila Anda merasa jantung berdebar tidak teratur, mudah lelah, atau sering pusing, segera lakukan pemeriksaan. Deteksi dini atrial fibrilasi sangat penting untuk mencegah stroke dan menyelamatkan nyawa. Mari kita jaga jantung dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan hentikan kebiasaan merokok,” tegasnya.
Melalui rangkaian kegiatan edukasi ini, Siloam Hospitals TB Simatupang berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung semakin meningkat. Momentum Hari Jantung Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung merupakan investasi seumur hidup yang tidak bisa ditunda. (Red/*)






































