Mediakawasan.co.id, Jakarta – Lebih dari 34 engineer dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti diskusi daring Pro Talks yang digelar oleh Catalogpro Indonesia bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Lampung pada Jumat (17/4). Forum ini mengangkat tema How to Select the Right Materials and Brands for International Construction, dengan menghadirkan praktisi konstruksi internasional, Retno Sari.
Dalam sesi tersebut, isu kesiapan engineer Indonesia untuk bersaing di tingkat global menjadi sorotan utama. Retno mengungkapkan bahwa hambatan terbesar bukan terletak pada kemampuan teknis, melainkan pada aspek komunikasi, kepercayaan diri, serta kesiapan mental.
Ia menilai, banyak engineer Indonesia sebenarnya memiliki kompetensi yang setara dengan tenaga profesional dari negara lain, namun masih menghadapi tantangan dalam hal standarisasi kemampuan dan cara berkomunikasi di lingkungan internasional.
“Secara kualitas kita tidak kalah, yang perlu ditingkatkan adalah standarisasi skill dan komunikasi,” ujarnya dalam diskusi tersebut.
Selain itu, forum ini juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai alat utama dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dalam proyek global. Kemampuan presentasi dan penyampaian ide dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan.
Tak hanya membahas sumber daya manusia, diskusi juga menyoroti aspek teknis dalam pemilihan material dan brand untuk konstruksi internasional. Retno menegaskan bahwa sertifikasi dan standar mutu menjadi elemen kunci yang harus dipenuhi oleh kontraktor.
Komitmen terhadap ketepatan waktu pengerjaan proyek juga menjadi perhatian penting. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kualitas dan jadwal pelaksanaan akan menentukan daya saing kontraktor lokal di pasar internasional.
Menutup diskusi, Retno mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun reputasi di industri konstruksi global, seiring dengan meningkatnya tuntutan profesionalisme di tingkat (Red/*)










































