Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Pendopo, salah satu merek usaha Kawan Lama Group yang menjadi rumah bagi lebih dari 300 UMKM, merayakan 15 tahun perjalanannya sebagai ekosistem yang mendukung pertumbuhan produk lokal sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia. Perayaan bertajuk “15th Pendopo Anniversary: Jejak Karya Nusantara” ini digelar di Pendopo, Living World Alam Sutera, sebagai refleksi atas perjalanan panjang dalam menghadirkan dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat.
Head of Pendopo, Putu Laura, mengatakan selama 15 tahun Pendopo tidak hanya menjadi ruang bagi produk-produk lokal untuk berkembang, tetapi juga menjadi wadah yang menghubungkan karya para perajin Indonesia dengan generasi masa kini.
“Momen ini sekaligus menegaskan komitmen Pendopo untuk terus memberdayakan UMKM, menghadirkan budaya dalam kehidupan sehari-hari, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia. Terima kasih kepada seluruh mitra UMKM, perajin, dan pelanggan yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan sepanjang perjalanan Pendopo. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan karya terbaik Nusantara kepada masyarakat,” ujar Putu Laura.
Sebagai bagian dari perayaan 15 tahun, Pendopo menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk merayakan budaya, kreativitas, dan kolaborasi yang telah menjadi bagian dari perjalanannya. Program tersebut meliputi Jejak Baru Limbah Wastra, sebuah inisiatif keberlanjutan yang mengolah sisa kain wastra menjadi karya baru melalui kolaborasi dengan desainer Adrie Basuki dan Yongki Komaladi.
Selain itu, terdapat Jejak Apresiasi, sebagai bentuk penghargaan bagi para mitra, perajin, dan komunitas yang telah tumbuh bersama Pendopo selama 15 tahun terakhir. Sementara Jejak Koleksi menjadi program apresiasi bagi pelanggan melalui pengumpulan stempel (stamp) yang memberikan berbagai keuntungan dan pengalaman menarik.
Jejak Baru Limbah Wastra lahir dari gagasan bahwa potongan kain sisa tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari proses produksi, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan karya baru. Bersama desainer Adrie Basuki dan Yongki Komaladi, limbah kain wastra Pendopo diolah kembali menjadi koleksi busana dan sepatu yang mengubah sisa material menjadi karya fesyen bernilai tinggi.
Kisah di balik proses kolaborasi kreatif tersebut diangkat dalam sesi talkshow bersama Adrie Basuki, Yongki Komaladi, dan Pendopo pada puncak perayaan 15 tahun Pendopo di Living World Alam Sutera.
Sejalan dengan semangat menghadirkan dampak positif yang lebih luas, Pendopo bersama Yayasan Kawan Lama juga menggelar program sosial Pendopo Peduli di Yayasan Sayap Ibu Bintaro pada 8 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-15 Pendopo sekaligus bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas binaan yayasan tersebut.
Melalui program tersebut, Pendopo dan Yayasan Kawan Lama berhasil menghimpun donasi sebesar Rp55 juta yang disalurkan kepada Yayasan Sayap Ibu Bintaro. Donasi berasal dari pelanggan setia dan para mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Pendopo.
Selain menyerahkan donasi, Pendopo juga mengajak anak-anak Yayasan Sayap Ibu Bintaro mengikuti kegiatan membuat aksesori dari manik-manik berwarna (beads) untuk mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri melalui karya yang mereka hasilkan.
Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Sutan Adrin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pendopo dalam momentum ulang tahunnya yang ke-15.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan Pendopo bersama Yayasan Kawan Lama. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung kebutuhan serta kegiatan interaktif bersama anak-anak di Yayasan Sayap Ibu. Kehadiran tim Pendopo yang berinteraksi langsung melalui kegiatan kreatif juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menginspirasi mereka untuk terus belajar, berkarya, dan berkembang,” katanya.
Menutup rangkaian perayaan, Putu Laura menegaskan Pendopo ingin terus memberikan manfaat, tidak hanya bagi pelaku UMKM dan perajin lokal, tetapi juga bagi masyarakat secara lebih luas.
“Melalui Pendopo Peduli bersama Yayasan Kawan Lama, kami ingin merayakan perjalanan ini dengan berbagi kebahagiaan dan memberikan dukungan yang dapat memberikan manfaat nyata kepada adik-adik di Yayasan Sayap Ibu Bintaro,” tutupnya. (Red/*)












































