Mediakawasn.co.id, New York – Burson, agensi komunikasi global yang focus menciptakan nilai bagi klien melalui reputasi, hari ini mengumumkan akuisisi terhadap Limbik Inc. Perusahaan AI kognitif ini adalah pengembang utama Decipher, platform predictive intelligence milik Burson yang memprediksi relevansi komunikasi brand terhadap audiens di lebih dari 60 negara. Akuisisi tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan Burson untuk terus mengandalkan AI guna membantu klien menjaga reputasi, komunikasi, dan kepercayaan pemangku kepentingan di tengah arus informasi yang semakin cepat.
Limbik dan Burson telah mengembangkan kekayaan intelektual dari Decipher selama dua tahun terakhir. Kolaborasi ini menjadikan Burson salah satu pionir audience intelligence berbasis AI, solusi yang tergabung dalam rangkaian produk berisikan Sonar, Reputation Capital, dan The Fount. Setelah akuisisi, kapabilitas AI kognitif, tim engineering, dan tim riset AI milik Limbik sepenuhnya bergabung dengan Burson. Langkah ini akan mendorong integrasi dan pengembangan rangkaian produk inovatif Burson sekaligus memaksimalkan Decipher di jaringan WPP melalui WPP Open.
“Decipher telah menjadi bagian fundamental dari cara kami membantu klien membangun, menjaga, dan membuktikan nilai dari reputasi mereka secara real time,” ujar Corey duBrowa, CEO Burson. “Dengan membawa tim dan teknologi Limbik ke dalam Burson, kami dapat mengembangkan solusi untuk klien dengan lebih cepat dan memiliki kendali penuh atas arah pengembangan teknologi kami di masa depan. Inovasi ini bukan lagi layanan tambahan, melainkan fondasi dari setiap pekerjaan yang kami lakukan untuk klien, khususnya dalam membantu mereka memimpin di era AI, bukan sekadar beradaptasi. Dengan begitu, kami dapat memberikan jawaban, penilaian, serta prediksi terhadap peluang dan risiko dengan lebih cepat dan tajam. Semua ini bisa langsung dimanfaatkan oleh klien kami di mana pun mereka berada dan apa pun tantangan yang mereka hadapi.”
Decipher memprediksi persepsi audiens terhadap komunikasi brand dengan memperkirakan tingkat virality (keviralan) dan believability (ketepercayaan) dari sebuah pesan untuk menilai dampaknya sebelum disampaikan ke publik. Teknologi ini menjadi mesin prediktif di balik ekosistem solusi berbasis AI yang mendukung kapabilitas Burson, baik pada GEO, Reputation Capital, Culture Up, maupun strategi influencer.
Duo co-founder Limbik, Zach Schwitzky dan Josh Levin, ikut bergabung dengan Burson. Zach Schwitzky akan menjadi Global Head of Innovation, AI Platforms and Products, sementara Josh Levin akan menjadi Global Head of Innovation, Clients & Growth. Keduanya akan melapor ke Chad Latz, Global Chief Innovation Officer. Tim Limbik pun akan bergabung dengan tim Innovation di Burson untuk membangun dan mengembangkan konsultasi dan produk berbasis AI di seluruh perusahaan.
“Saat para pelaku industri berupaya menerka respons audiens, kami membuat AI kognitif yang mengetahuinya,” ujar Zach Schwitzky, co-founder dan CEO Limbik. “Dengan Decipher, Burson tak hanya menawarkan alat bantu. Burson mengaktifkan model yang menggambarkan cara audiens di seluruh dunia merespons informasi. Limbik pun berupaya membangun infrastruktur dan penalaran AI yang mendukung agensi paling berpengaruh di dunia membentuk dan melindungi reputasi dalam skala besar. Burson bergerak lebih dulu dari yang lain sebagai upaya menetapkan standar baru.”
“Melalui akuisisi ini, Burson terus membangun tim inovasi yang kuat untuk menghasilkan, menguji, dan mengintegrasikan produk AI baru ke dalam setiap pekerjaan komunikasi maupun kreatif di semua wilayah operasi,” ujar duBrowa. “Inilah cara kami menetapkan arah kemajuan bagi industri, bukan dengan sekadar beradaptasi terhadap perubahan cara berkomunikasi di era AI, melainkan dengan memandu dan menentukan seperti apa perubahannya.” (Red/rlls)












































