Mediakawasan.co.id, Jakarta – Sebuah gerai bakery tidak selalu hanya tentang roti, pastry, kopi, atau tempat untuk berkumpul. Bagi Humble Baker, bisnis kuliner juga menjadi ruang untuk membuka kesempatan, memberdayakan orang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Semangat tersebut terlihat saat Humble Baker resmi membuka gerai ketiganya di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Jumat (28/8). Cabang terbaru ini sekaligus menjadi gerai terbesar Humble Baker saat ini dengan luas area dan fasilitas yang lebih lengkap.
Peresmian dihadiri para shareholder Humble Baker. Di bawah kepemimpinan Chef Ibnu Pratama sebagai CEO, Humble Baker sejak awal tidak ingin sekadar hadir sebagai bakery pada umumnya.
“Semakin banyak pencapaian, semakin banyak manfaat yang bisa diberikan,” ujar Chef Ibnu.
Kalimat tersebut menjadi gambaran bagaimana Humble Baker memandang pertumbuhan bisnis. Semakin berkembang sebuah usaha, semakin besar pula peluang untuk memberikan dampak kepada lebih banyak orang. Salah satu bentuknya diwujudkan melalui pilihan produk yang dikembangkan Humble Baker.
Selain roti dan pastry, bakery ini menghadirkan pilihan produk yang mencoba menawarkan alternatif lebih baik, salah satunya melalui Donat Gandum Panggang.
Donat tersebut menggunakan kombinasi gandum kasar dan gandum halus, kemudian dipanggang, bukan digoreng seperti donat pada umumnya.
“Kalau hanya menggunakan tepung dan gula, tentu pilihan nutrisinya kurang. Di Humble Baker kami menambahkan gandum, baik gandum kasar maupun gandum halus. Donatnya juga tidak digoreng, tetapi dipanggang,” jelas Chef Ibnu.
Konsep yang sama diterapkan pada produk-produk Humble Baker melalui pendekatan no added sugar atau tanpa tambahan gula.
Meski demikian, Chef Ibnu menegaskan bahwa istilah tanpa tambahan gula tidak berarti produk tersebut sama sekali bebas kandungan gula.
“Kandungan gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Jadi tetap manis, tapi dari bahan alami,” kata Chef Ibnu.
Bagi Humble Baker, upaya menghadirkan produk dengan bahan yang lebih baik berjalan beriringan dengan misi yang lebih besar. Gerai Duren Tiga tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat transaksi antara pelanggan dan penjual, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi di sekitarnya.
Humble Baker berupaya memberdayakan karyawan, menggunakan pemasok lokal, sekaligus membuka ruang agar aktivitas bisnis ikut menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, setiap aktivitas di gerai tidak berhenti pada produk yang sampai ke meja pelanggan. Ada karyawan yang mendapatkan kesempatan bekerja, pemasok lokal yang memperoleh ruang untuk berkembang, serta pelaku usaha di sekitar yang turut merasakan pergerakan ekonomi.

Gerai yang Bisa Menjadi Ruang Bersama
Semangat kemanfaatan itu juga terlihat dari konsep ruang yang ditawarkan di cabang Duren Tiga.
Selain area restoran yang dirancang nyaman untuk bersantai dan menikmati makanan maupun minuman, Humble Baker menyediakan Function Room yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Ruangan tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian dengan komposisi 60:40. Tata letak kursinya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara.
“Ruangan ini bisa dibagi dua dengan komposisi 60 – 40 persen dan layout kursi bisa fleksibel. Kapasitasnya bisa sampai 100 orang,” ujar shareholder Humble Baker, Indrawan Nugroho.
Kehadiran Function Room membuat gerai ini tidak hanya menjadi tempat menikmati roti dan kopi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari pertemuan, kegiatan komunitas, hingga acara lainnya.
Lokasinya di kawasan Duren Tiga yang dikelilingi area perkantoran dan kampus turut mendukung konsep tersebut. Humble Baker ingin menghadirkan ruang yang terbuka, nyaman, dan dapat diakses oleh berbagai kalangan.
Konsep tersebut sekaligus menjadi cerminan dari nama yang dibawa, yakni “Humble Baker”.
Sejak awal, bisnis ini memang tidak hanya diarahkan untuk mengejar angka penjualan. Ada gagasan bahwa pertumbuhan perusahaan harus berjalan bersama dengan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang-orang di dalam maupun di sekitar bisnis.
“Perusahaan dibangun dengan tujuan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang,” kata Chef Ibnu.
Keuntungan untuk Terus Memberi Manfaat
Bagi Humble Baker, keberlanjutan misi sosial dan pemberdayaan tersebut tetap membutuhkan fondasi bisnis yang sehat.
Karena itu, keuntungan bukan sesuatu yang dihindari, melainkan menjadi bagian penting agar perusahaan dapat terus membuka cabang, menciptakan lapangan kerja, menggandeng pemasok lokal, dan memperluas manfaatnya.
“Untuk membuka cabang dan mengembangkan bisnis, tentu kami membutuhkan keuntungan. Karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari teman-teman semua, salah satunya dengan berbelanja di Humble Baker,” tutup Chef Ibnu.
Pembukaan gerai ketiga di Duren Tiga pun menjadi lebih dari sekadar penambahan titik penjualan. Di balik roti yang dipanggang, kopi yang disajikan, dan ruang yang disiapkan untuk masyarakat, Humble Baker ingin menunjukkan bahwa sebuah bisnis dapat tumbuh dengan membawa lebih banyak orang untuk ikut tumbuh.
Sebab bagi Humble Baker, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa banyak gerai yang berhasil dibuka, tetapi seberapa luas manfaat yang dapat ikut dibuka bersamanya.
Patut diketahui saat ini Humble Baker telah tersedia di Panglima Polim Jakarta Selatan, BSD Tangerang Selatan, dan Duren Tiga Jakarta Selatan. (Red/*)










































