Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mematangkan rencana penyelenggaraan Car Free Night (CFN) sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata malam bagi masyarakat. Konsep tersebut tengah disiapkan sebagai pengembangan dari kesuksesan Weekly Car Free Day (WCFD) yang rutin digelar di kawasan BSD.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Mohamad Ervin Ardani, mengatakan gagasan menghadirkan Car Free Night merupakan arahan dari Wali Kota Tangerang Selatan untuk memperluas aktivitas masyarakat di ruang publik pada malam hari.
“Pak Wali juga meminta ada Car Free Night. Nanti kami akan coba bahas dulu konsepnya seperti apa,” ujar Ervin saat memantau pelaksanaan WCFD BSD, Minggu (2/8/2026).
Menurut Ervin, konsep Car Free Night masih akan dikaji bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk terkait pemilihan ruas jalan yang memungkinkan digunakan tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas.
Selain Car Free Night, Pemkot Tangsel juga berencana memperluas penyelenggaraan Weekly Car Free Day ke tujuh kecamatan. Saat ini, pemerintah masih melakukan inventarisasi jalan yang dinilai layak sebelum pelaksanaannya.
“Kami memang merencanakan keliling di tujuh kecamatan nantinya. Tetapi kami harus menginventarisasi jalan-jalan mana yang memungkinkan dan membahasnya bersama dinas terkait,” jelasnya.
Ervin menilai WCFD telah berkembang menjadi lebih dari sekadar kegiatan olahraga. Kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas masyarakat yang memadukan olahraga, wisata kuliner, hiburan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan UMKM.
“Ini memang salah satu daya tarik wisata. Masyarakat bisa olahraga, jajan, sekaligus mendapatkan berbagai pelayanan,” katanya.
Ke depan, berbagai layanan publik seperti keimigrasian, kepolisian, hingga pelayanan perizinan direncanakan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan akhir pekan tidak hanya untuk rekreasi, tetapi juga mengurus berbagai kebutuhan administrasi.
Saat ini, pelaksanaan WCFD BSD diperkirakan mampu menarik belasan ribu pengunjung setiap penyelenggaraan. Antusiasme masyarakat tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Tangsel untuk mengembangkan konsep ruang publik serupa, termasuk melalui Car Free Night.
Di sisi lain, WCFD juga menjadi ruang ekonomi bagi pelaku usaha mikro. Sekitar 250 UMKM berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan. Pemerintah bahkan memberikan penghargaan berupa Golden Ticket kepada pedagang yang menerapkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah, menggunakan tumbler, atau menghadirkan produk yang unik.
Penerima Golden Ticket dapat berjualan tanpa harus mengikuti proses pendaftaran atau war yang biasanya berlangsung sangat singkat karena tingginya minat pelaku usaha.
Dengan rencana pengembangan Car Free Night dan perluasan WCFD ke berbagai wilayah, Pemkot Tangsel berharap ruang publik tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi destinasi wisata, pusat pelayanan masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal. (Red/*)






































