Mediakawasan.co.id, Jakarta – Ambisi mengejar popularitas di dunia digital dapat membawa seseorang melakukan hal-hal ekstrem, bahkan mempertaruhkan nyawa. Premis inilah yang diangkat dalam film horor terbaru produksi MD Pictures, 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang akan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026.
Film ini merupakan adaptasi Indonesia dari film horor Korea Selatan Gonjiam: Haunted Asylum karya sutradara Jung Bum-shik. Mengusung sentuhan lokal yang lebih dekat dengan penonton Indonesia, film ini menghadirkan kisah sekelompok kreator konten horor yang nekat melakukan siaran langsung dari Rumah Sakit Yong Won, sebuah bangunan terbengkalai yang menyimpan sejarah kelam dan dikenal sebagai salah satu lokasi paling menyeramkan di Korea Selatan.
Kelompok bernama Para Pencari Hantu (PPH) menjadi motor utama ekspedisi berbahaya tersebut. Dipimpin oleh Juna yang diperankan Arbani Yasiz, tim ini bertekad menembus angka tiga juta penonton melalui siaran langsung dari Ruang 402, ruangan yang konon menyimpan misteri paling mengerikan di rumah sakit itu. Ambisi besar Juna didukung oleh dua rekannya, Bara (Elang El Gibran) dan Adit (Saputra Kori), yang bertugas mengatur produksi konten sekaligus kerap mencairkan suasana dengan tingkah jahil mereka.
Untuk meningkatkan daya tarik siaran, PPH mengajak berkolaborasi duo kreator konten horor perempuan yang dikenal dengan nama Soul Sisters. Arum (Diandra Agatha), sang kakak yang berani mengambil risiko demi mendapatkan gambar terbaik, dipasangkan dengan Yuri (Lea Ciarachel), adiknya yang lebih berhati-hati dan memiliki insting kuat terhadap hal-hal ganjil. Perbedaan karakter keduanya menjadi salah satu sumber ketegangan selama penelusuran berlangsung.
Petualangan di negeri asing itu juga melibatkan Dae Ho, karakter yang diperankan kreator konten asal Korea Selatan Jang Hansol. Sebagai warga Korea yang tumbuh besar di Indonesia, Dae Ho menjadi pemandu sekaligus penerjemah bagi rombongan. Pengetahuannya mengenai budaya lokal dan sejarah Rumah Sakit Yong Won membantu kelompok tersebut mengungkap berbagai rahasia yang selama ini tersembunyi, termasuk misteri di balik Ruang 402.
Sementara itu, Tyas (Aylena Fusil) hadir sebagai sosok paling skeptis dalam rombongan. Mahasiswi Indonesia yang memenangkan kesempatan mengikuti ekspedisi ini justru tidak percaya pada keberadaan makhluk halus. Trauma masa kecil akibat pengalaman mistis membuatnya memandang semua fenomena supranatural secara rasional. Namun, keyakinannya itu perlahan diuji ketika berbagai kejadian aneh mulai terjadi selama penelusuran.
Salah satu elemen yang membedakan film ini dari versi aslinya adalah penggunaan ritual Jelangkung khas Indonesia. Alih-alih mempraktikkan ritual shamanisme Korea, para anggota PPH membawa boneka Jelangkung dan mengucapkan mantra legendaris yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea, “uri yeogi isseoyo, wajuseyo” yang berarti “kami ada di sini, datanglah.”
Eksperimen lintas budaya tersebut justru menjadi awal petaka. Ketika ritual dilakukan di Ruang 402, kelompok ini harus menghadapi kemungkinan bahwa mereka telah membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkunci di dalam bangunan terkutuk itu.
Dengan memadukan unsur found footage, fenomena konten horor digital, serta mitologi Indonesia dan Korea Selatan, 402 Rumah Sakit Angker Korea menawarkan pengalaman menegangkan tentang ambisi mencari popularitas yang berubah menjadi teror nyata. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. (Red/*)












































