Mediakawasan.co.id, Banten — Sambil bermain board game, dua puluh anak di Kampung Cipurun, Lebak Selatan, belajar cara menyelamatkan diri saat gempa dan tsunami. Mereka mengikuti program edukatif Safari Kampung yang digelar oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Minggu (12/10), pukul 10.30–12.00 WIB. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan mitigasi bencana dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak.
Program Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience yang digerakkan oleh GMLS untuk memperkuat ketangguhan masyarakat pesisir di wilayah rawan tsunami. Lebak Selatan termasuk daerah dengan potensi gempa tinggi karena berhadapan langsung dengan zona subduksi Selat Sunda. Karena itu, edukasi dini menjadi langkah penting membangun budaya siaga di masyarakat.
Dalam kegiatan ini, peserta dikenalkan pada dasar-dasar mitigasi gempa dan tsunami, seperti tanda-tanda awal bencana serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah kejadian. Semua disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Pertama, “Siaga Kata”, permainan menyusun kata seperti titik kumpul, posko bencana, dan sirine dalam waktu terbatas. Selain melatih daya ingat dan kerjasama, aktivitas ini membantu anak-anak mengenal istilah kebencanaan secara kontekstual.
Kedua, “Patriot Siaga”, human board game dengan dadu besar. Setiap langkah membawa tantangan baru seperti menjawab pertanyaan, melakukan simulasi, hingga tugas siaga sederhana. Permainan ini mengasah ketangkasan dan kemampuan berpikir cepat dalam situasi darurat.
Acara ditutup dengan lagu “Pahlawan Siaga” yang dinyanyikan bersama untuk menumbuhkan semangat kesiapsiagaan, dilanjutkan pembagian souvenir sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Sepanjang kegiatan, anak-anak tampak antusias dan terlibat aktif.
Melalui kegiatan ini, organisasi mitigasi bencana asal Lebak Selatan tersebut berharap edukasi kebencanaan dapat menjadi bagian dari kegiatan rutin masyarakat. Safari Kampung juga direncanakan berlanjut ke wilayah pesisir lain seperti Panggarangan dan Sawarna, dengan pendekatan serupa berbasis permainan dan interaksi komunitas. (Red/rlls)











































