Mediakawasan.co.id, Bekasi – Mensa Indonesia menyelenggarakan Mensa Indonesia Intelligence Day di BINUS University, Bekasi dengan mengangkat tema besar “Diversity in Intelligence,” dan tagline “I’m SMART in my own way”. Acara ini menjadi ruang dialog publik yang menghadirkan berbagai perspektif mengenai makna kecerdasan di era modern, sekaligus mengajak masyarakat melihat bahwa kecerdasan tidak hanya hadir dalam bentuk akademik semata, tetapi juga melalui kreativitas, seni, olahraga, kepemimpinan, komunikasi, ketahanan mental, hingga perjalanan hidup manusia.
Berbeda dengan persepsi bahwa Mensa hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, Intelligence Day ini justru dibuka secara luas untuk publik dan dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, orang tua, pendidik, profesional muda, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan manusia, pendidikan, dan masa depan kecerdasan di era modern.
Sebagai bagian dari jaringan Mensa Internasional, salah satu organisasi IQ tinggi tertua dan terbesar di dunia, Mensa Indonesia terus mendorong pemahaman bahwa kecerdasan merupakan potensi multidimensional yang dapat berkembang melalui berbagai pengalaman dan jalur kehidupan. Melalui acara ini, berbagai perspektif mengenai kecerdasan tersebut dihadirkan secara nyata melalui rangkaian sesi diskusi, sharing session, dan refleksi publik dari beragam latar belakang.
Dalam acara ini, publik diperlihatkan gambaran bahwa Indonesia penuh dengan individu-individu luar biasa, dengan kecerdasan yang hadir dalam berbagai bentuk dan bidang kehidupan. Ada yang menunjukkan kecerdasannya melalui pendidikan dan psikologi, ada yang melalui kreativitas dan seni, ada yang melalui olahraga dan disiplin hidup, hingga melalui perjalanan karier, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan keberanian menghadapi tantangan hidup.
Acara dibuka dengan sambutan dari BINUS University Bekasi yang diwakili oleh Prof. Sevenpri Candra selaku Deputy Campus Director – Academic & Student Development BINUS University Bekasi, dan dilanjutkan dengan opening speech dari Chairman Mensa Indonesia, Satriadi Gunawan: “Mensa Indonesia Intelligence Day menjadi langkah awal Mensa Indonesia sebagai bagian dari organisasi IQ tinggi terbesar dan tertua di dunia untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagi pengetahuan, wawasan, dan kolaborasi demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.”
Dr. Dwi Larso selaku Direktur Beasiswa LPDP mengawali hari dengan membahas pentingnya memahami kecerdasan secara lebih luas sebagai modal utama Indonesia dalam menghadapi perubahan global, transformasi teknologi, dan tantangan masa depan. Selain beliau, acara ini juga menghadirkan inspirational sharing session dari berbagai tokoh publik seperti Mischka Aoki, Dr. Jacky Mussry, dan Waitatiri yang membagikan pengalaman mengenai perjalanan pendidikan, pengembangan diri, dan tantangan yang mereka hadapi dalam mencapai berbagai pencapaian hidup.
Melalui sesi-sesi bertajuk “Nature AND Nurture: Not ONE, but BOTH,” “Diversity of Intelligence”, serta “Journey of Intelligence”, audiens diajak untuk tidak hanya memahami bagaimana kecerdasan manusia terbentuk melalui interaksi antara faktor bawaan dan lingkungan, yang menyoroti pentingnya pola asuh, pendidikan, stimulasi, lingkungan, dan dukungan sosial dalam membantu individu mengembangkan potensinya secara optimal, tapi juga menghadirkan perspektif mengenai keberagaman bentuk kecerdasan melalui kreativitas, olahraga, seni, komunikasi, dan dunia akademik. Peserta juga dibawa pada perjalanan hidup manusia dalam menemukan, mengembangkan, dan memaknai potensinya. Melalui pengalaman hidup, perjalanan karier, tantangan sosial, hingga proses adaptasi dalam kehidupan profesional, sesi ini menegaskan bahwa setiap individu memiliki perjalanan pertumbuhan yang unik dan tidak selalu linear.
Sebagai penutup acara, Committee Chairman sekaligus Director of Knowledge Center and Outreach Mensa Indonesia, Radita Sonix, membawakan closing remarks bertajuk “The Future of Intelligence: When Human Potential Meets Artificial Capability,” dimana beliau mengajak merefleksikan bagaimana kecerdasan manusia justru semakin penting di tengah perkembangan zaman Artificial Intelligence (AI). AI dipandang bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai momentum bagi manusia untuk terus mengembangkan kualitas, karakter, dan potensi kecerdasan yang dimilikinya. “Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu menggabungkan human potential dengan artificial capability secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab,” tutup Radita Sonix.
Melalui Intelligence Day, Mensa Indonesia berharap masyarakat semakin terbuka terhadap keberagaman potensi manusia serta tidak lagi memandang kecerdasan hanya melalui satu standar tertentu. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran bahwa Indonesia memiliki begitu banyak individu luar biasa yang cerdas dengan caranya masing-masing — diversity in intelligence — dalam menjalani hidup dan membangun dunia yang lebih baik bagi Indonesia.
Tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang kecerdasan, pengembangan potensi diri, dan Mensa Indonesia? Kunjungi www.mensa.id atau ikuti Instagram @mensa_indonesia untuk mendapatkan informasi dan kegiatan terbaru. (Red/rlls)










































