Mediakawasan.co.id, Jakarta – Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali menorehkan kiprah internasional. Melalui tim fisioterapi, UPNVJ turut berperan aktif sebagai bagian dari International Medical and Health Service Team pada ajang bergengsi World Muslim Scout Jamboree 2025 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada 9–14 September 2025. Kehadiran tim fisioterapi ini sekaligus menjadi wujud nyata nilai bela negara di kancah internasional.
Kegiatan berskala internasional ini diikuti oleh perwakilan pramuka dari 20 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (Organisation of Islamic Cooperation/OIC). Kehadiran tim medis internasional menjadi krusial dalam memastikan seluruh peserta yang terlibat dapat mengikuti rangkaian aktivitas jambore dengan aman, sehat, dan produktif. Tim fisioterapi UPNVJ, dengan semangat bela negara, menegaskan perannya sebagai garda depan dalam menjaga dan mengoptimalkan kesehatan gerak dan fungsi tubuh para peserta.
Sebagai ujung tombak pelayanan muskuloskeletal, tim fisioterapi memberikan layanan yang meliputi pencegahan cedera, penanganan cedera olahraga, serta rehabilitasi cepat bagi peserta yang mengalami kelelahan fisik akibat aktivitas jambore. “Kami hadir tidak hanya untuk memberi pertolongan pertama, tetapi juga memastikan peserta tetap bugar dan siap melanjutkan kegiatan, sebagai bentuk pengabdian kami terhadap bangsa dan negara,” ujar Agustiyawan, dosen fisioterapi sekaligus ketua tim.
Keterlibatan fisioterapi UPNVJ dalam ajang internasional ini juga menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung health diplomacy berbasis bela negara. Kehadiran tenaga fisioterapi dalam tim kesehatan internasional menunjukkan kapasitas dan daya saing profesional kesehatan Indonesia yang mampu bekerja sejajar dengan tenaga medis dari berbagai negara, sekaligus membawa identitas Indonesia sebagai bangsa yang siap mengabdi untuk kepentingan global.
Tidak hanya itu, partisipasi ini juga membuka peluang pertukaran pengalaman lintas negara. Tim fisioterapi UPNVJ dapat belajar langsung dari praktik kesehatan internasional, sekaligus memperkenalkan metode intervensi fisioterapi Indonesia yang inovatif dan berbasis bukti ilmiah. “Momentum ini menjadi jembatan kolaborasi global sekaligus bukti nyata bahwa bela negara dapat diwujudkan melalui kontribusi kesehatan di level internasional,” tambah Agustiyawan.
Peserta jambore dan panitia internasional menyambut positif pelayanan kesehatan yang diberikan. Kehadiran fisioterapi dinilai mampu mempercepat pemulihan kondisi fisik peserta, sehingga kegiatan jambore tetap berjalan lancar tanpa terganggu masalah kesehatan serius. Hal ini membuktikan bahwa fisioterapi memiliki peran strategis dalam setiap kegiatan olahraga maupun kepemudaan berskala internasional, dan kehadiran UPNVJ mempertegas kiprah bela negara Indonesia.
Dengan keterlibatan ini, Fakultas Ilmu Kesehatan UPNVJ tidak hanya memperkuat reputasi akademik, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata sebagai kampus bela negara yang berkontribusi pada kesehatan global. Kiprah fisioterapi UPNVJ di ajang World Muslim Scout Jamboree 2025 menjadi langkah penting menuju visi menghasilkan lulusan unggul, inovatif, berdaya saing internasional, dan berjiwa bela negara. (Red/*)










































