Mediakawasan.co.id, .Jawa .Barat – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan Indonesia saat ini tengah dihadapkan dengan tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk dibutuhkan investasi dengan membangun SDM yang unggul dan berkualitas di setiap daerah di Indonesia.
“Selama ini kita selalu bicara bonus demografi. Sayangnya yang sering muncul di permukaan hanyabsoal angka saja. Tidak dijelaskan bagaimana untuk menjawab tantangan bonus demografi tersebut. Kita butuh investasi, dan Kemendukbangga/BKKBN saat ini tengah menyusun yang disebut dengan peta Jalan Pembangunan Kependudukan, ” ujarnya saat
menghadiri acara Puncak Hari Kependudukan Dunia di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 30 Juli 2025.
Lebih lalanj Bonivasius menjelaskan bahwa
peta menuju Jalan Pembangunan Kependudukan ini memiliki 30 indikator.
“Ini harus dikawal betul untuk mengkapitalisasi bonus demografi,” ujar Bonivasius kepada wartawan di Bogor, Rabu 30 Juli 2025.
Dia memaparkan, bahwa peta jalan pembangunan kependudukan yang di susun Kemendukbangga/BKKBN disebarluaskan ke pemerintah daerah, dari mulai provinsi hingga pemerintah kota dan kabupaten yang ada di Indonesia.
“Harapan semua para kepala daerah dapat menjalankan 30 indikator tersebut dengan menyesuaikan kondisi di daerahnya masing-masing.”
“Tadi saya secara langsung menyampaikan kepada Walikota Bogor, Dedie Rachim untuk dijaga 30 indikator ini, salah satunya misalkan programnya pak Menteri yaitu Taman Asuh Sayang Anak, dan ternyata program tersebut di kota ini sudah berjalan,” kata Bonivasius.
Dalam menjalankan program, Kemendukbangga/BKKBN tidak berjalan sendiri, tapi berkolaborasi dengan 15 kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia.
“Jadi saat ini kita bicara bukan pengendalian penduduk, tetapi kualitas penduduk, dan ketika kualitas penduduk itu sudah terbangun maka kita dapat menjawab tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Sementara, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan terima kasih karena kotanya ditunjuk sebagai tuan rumah dalam perayaan puncak Hari Kependudukan Dunia. Dia juga mengaku, ini sebagai kehormatan bagi pemerintah Kota Bogor.
“Kita pun berharap Generasi Emas Indonesia di tahun 2045 ini juga datang dari Kota Bogor, dan mereka para Duta Genre sudah paham tentang bagaimana merencanakan keluarga, bagaimana kemudian mereka bisa menjadi orang-orang yang betul-betul punya satu rangkaian proses menuju cita-cita mereka itu secara terukur,” kata Dedie. (Fery)











































