Mediakawasan.co.id, Jakarta – Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029.
Prosesi pelantikan yang digelar di Gedung MPR/DPR ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk mantan presiden dan wakil presiden, serta perwakilan negara sahabat, Minggu (20/10/2024).
Dalam pidato perdananya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk menghadapi tantangan besar yang ada di depan.
“Kita tidak boleh terjebak dalam konflik berkepanjangan. Kita butuh kolaborasi dan persatuan untuk membangun Indonesia yang lebih kuat,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada mantan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin atas kontribusi mereka selama memimpin bangsa.
Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan, sekaligus menekankan perlunya fokus pada isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, energi, dan pengentasan kemiskinan.
“Kita harus segera mencapai swasembada pangan dan energi agar tidak lagi bergantung pada negara lain, terutama dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian. Saya yakin dalam waktu empat hingga lima tahun, kita mampu mewujudkannya,” tegas Prabowo.
Pidato tersebut juga dihadiri oleh 33 perwakilan negara sahabat, termasuk Sultan Brunei, Perdana Menteri Malaysia, dan delegasi dari Amerika Serikat serta Rusia.
Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan terhadap posisi Indonesia di kancah global.
Prabowo mengakhiri pidatonya dengan seruan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan memberantas korupsi.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinannya akan bersih, transparan, dan tegas dalam menegakkan hukum.
“Kita harus berani menghadapi kenyataan. Masih banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan, dan itu menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Pelantikan ini menandai awal baru bagi pemerintahan Indonesia, dengan harapan bahwa Prabowo dan Gibran dapat membawa perubahan yang positif bagi seluruh rakyat Indonesia dalam lima tahun mendatang. (Red/*)













































