Mediakawasan.co.id, Jakarta – Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil teh unggulan sekaligus berpeluang besar untuk mengembangkan teh yang lebih bernilai dan berkarakter unik. Namun, dalam perkembangan teh global, kualitas tidak lagi hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari identitas asli teh serta cerita di balik produk yang dikonsumsi. Kekayaan varietas, tradisi pengolahan, serta keberagaman wilayah penghasil menjadikan daun teh murni berkualitas lebih tinggi daripada teh komoditas yang umumnya diperdagangkan berdasarkan standar umum. Perpaduan berbagai faktor tersebut menghasilkan specialty tea, yakni daun teh murni berkualitas tinggi yang memiliki karakter dan cita rasa khas yang terjaga mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga ke cangkir penikmatnya.
Hal inilah yang menjadi semangat penting dari penyelenggaraan Tea Masters Cup Indonesia, platform kompetisi tea master internasional yang mengedepankan pengembangan specialty tea dengan mempertemukan para profesional dan pegiat teh untuk menguji pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan mereka dalam menghadirkan pengalaman terbaik melalui teh. Rangkaian Tea Masters Cup Indonesia 2026 dipersembahkan oleh AISTEA (Association of Indonesian Specialty Tea) serta disponsori oleh Australian Tea Masters Indonesia, Bankitwangi, Havilla Tea, dan OZA Tea. Melalui kategori Tea Preparation dan Tea Mixology, peserta tidak hanya dituntut untuk mengenal teh, tetapi juga memahami proses memadukan serta mengembangkan sajian teh dengan keseimbangan aroma dan rasa.
“Lebih dari sekadar asal-usul, kenikmatan specialty tea juga dipengaruhi oleh waktu pemetikan dan metode pengolahan, sehingga diperlukan keahlian tea maker untuk memperkuat karakter sajian teh. Dari rangkaian Tea Masters Cup yang diselenggarakan di berbagai negara, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan specialty tea melalui keragaman wilayah penghasil dan tradisi pengolahan yang telah berkembang selama puluhan bahkan ratusan tahun. Tea Masters Cup Indonesia menjadi panggung yang menerjemahkan kualitas specialty tea dengan mengolah sensitivitas rasa melalui kreativitas dan kemampuan bercerita. Ajang peningkatan kompetensi tea maker dan tea masters ini menjawab kebutuhan Indonesia dalam membangun ekosistem teh yang tidak hanya berorientasi pada volume, tetapi juga pada nilai dan pengalaman,” ujar Oza Sudewo, National Committee Representative of Tea Masters Cup Indonesia and Master Blender of OZA Tea.
Tea Masters Cup Indonesia 2026 mengumumkan Ade Suharyanto sebagai Winner of Tea Preparation Category dan Raihan M. Tjahjono sebagai Winner of Tea Mixology Category. Kedua kontestan ini sukses menampilkan ragam specialty tea dengan cita rasa berkualitas internasional. Dengan penggunaan tea blending di dalam kategori Tea Mixology, tradisi teh Indonesia ditonjolkan melalui penampilan budaya dan penggunaan bahan lokal, baik di atas panggung maupun di dalam minuman berbahan dasar yang dibuat oleh kontestan. Sedangkan pada kategori Tea Preparation, kontestan tetap bisa menonjolkan kekhasan single-origin Indonesian Tea yang dikemas dalam penampilan berbalut tradisi teh Indonesia.
“Setiap kategori di Tea Masters Cup Indonesia memiliki tantangan yang berbeda, namun pada dasarnya para peserta dituntut untuk mampu menggabungkan tiga aspek, mulai dari pengetahuan hingga kemampuan berkomunikasi. Dari sisi teknis, peserta perlu menunjukkan konsistensi dalam menyeduh, melakukan evaluasi teh secara objektif, dan memahami karakter setiap jenis teh. Acara ini memberikan ruang bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas dan menunjukkan kompetensi. Karena itu, tantangannya bukan hanya menyampaikan informasi yang akurat, tetapi juga menyampaikan pemikiran dan proses pengambilan keputusan secara jelas dan percaya diri,” kata Ronald Gunawan, Director of the Association of Indonesian Specialty Tea.
Dari Kebun ke Cangkir, Dari Cangkir ke Dunia
Salah satu kunci penting pengembangan specialty tea adalah membangun ekosistem yang menghubungkan petani, tea maker, tea masters, industri hospitality, hingga ke tangan konsumen. Tea Masters Cup Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam rantai tersebut melalui kemampuan seorang tea master dalam menjelaskan profil teh, mengidentifikasi karakter rasa, menentukan teknik seduh, memilih pasangan makanan, hingga menciptakan inovasi minuman berbasis teh.
“Pengembangan specialty tea tidak berarti meninggalkan industri teh dalam skala besar. Sebaliknya, specialty tea dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan kualitas yang lebih tinggi dari sebagian produk teh Indonesia yang memiliki karakteristik unik. Hal ini menjadi kontribusi penting Tea Masters Cup Indonesia sebagai sarana yang berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi para profesional teh, memperkenalkan kekayaan teh Nusantara, mendorong inovasi dalam penyajian dan pengolahan teh, hingga membuka peluang bagi teh Indonesia untuk tampil di pasar premium berskala global,” ujar Nesya Valeria, Australian Tea Masters Indonesia Representative and founder Havilla Tea.
Dengan memperkuat standardisasi kualitas, keterlacakan, edukasi konsumen, kompetensi tea maker, serta sistem pemasaran yang menonjolkan asal dan karakter teh, Indonesia dapat mengembangkan kategori specialty tea sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah komoditas teh nasional. Melalui Tea Masters Cup Indonesia yang menghubungkan seluruh mata rantai industri, teh Indonesia memiliki kesempatan untuk lebih berdaya saing di dunia dengan specialty tea yang khas serta keahlian tea masters bersertifikasi internasional. (Red/*)












































