Mediakawan.co.id, Jakarta – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan warna baru melalui film CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) yang mengusung kisah romansa lintas generasi. Diproduksi MIR Productions, film bergenre komedi romantis ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026.
Berbeda dari kebanyakan film romantis yang berfokus pada pasangan muda, CLBK menghadirkan kisah cinta yang kembali tumbuh di usia senja. Tokoh utama, Akung Abi yang diperankan Slamet Rahardjo dan Nin Sita yang diperankan Widyawati, dipertemukan kembali setelah lebih dari 50 tahun berpisah. Pertemuan tersebut membuka kembali kenangan masa lalu sekaligus memicu konflik yang berdampak pada keluarga mereka.
Sutradara sekaligus penulis film, Ivander Tedjasukmana, mengungkapkan bahwa naskah CLBK telah disimpannya selama hampir satu dekade sebelum akhirnya diproduksi pada 2025.
“Film ini sudah lama tersimpan dalam library saya, hampir 10 tahun. Baru mendapat kesempatan diproduksi tahun lalu dan akhirnya tayang pada 2026. Rasanya luar biasa,” ujarnya saat konferensi pers di XXI Epicentrum Jakarta, Jumat (26/6).
Ia mengaku pengalaman mengarahkan dua aktor senior seperti Slamet Rahardjo dan Widyawati menjadi tantangan sekaligus pembelajaran berharga.
Menurut Ivander, kedua aktor tersebut mampu memahami arahan dengan cepat sehingga proses syuting berjalan lancar.
Selain menghadirkan kisah cinta di usia senja, CLBK juga menampilkan perjalanan cinta Abi muda yang diperankan Yusuf Mahardhika dan Sita muda yang dimainkan Gisellma Firmansyah pada era 1970-an. Kehadiran dua alur waktu ini memperkuat emosi cerita sekaligus memberikan gambaran perjalanan cinta kedua tokoh utama.
Film ini juga dibintangi Sintya Marisca sebagai Ambar dan Iskak Khivano sebagai Raka, pasangan muda yang rencana pernikahannya terguncang akibat konflik masa lalu keluarga mereka. Sejumlah aktor lain seperti Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila turut memperkuat jajaran pemain.
Co-Producer sekaligus Founder MIR Productions, Vladimir Rama, menilai CLBK menawarkan premis yang jarang diangkat dalam perfilman Indonesia.
Menurutnya, kisah yang disajikan dekat dengan kehidupan masyarakat, dipadukan dengan unsur drama, romantis, dan komedi yang seimbang.
“Meskipun bergenre drama romantis, film ini memiliki bumbu komedi yang cukup kuat. Penonton juga bisa menyaksikan adu akting lintas generasi yang menarik,” kata Rama.
Secara garis besar, CLBK mengisahkan Raka dan Ambar yang tengah mempersiapkan pernikahan. Namun, rencana tersebut terancam batal setelah Sita mengetahui bahwa Abi, kakek Ambar, merupakan cinta lamanya yang pernah meninggalkan luka mendalam. Upaya keluarga untuk mendamaikan keduanya justru membuka kembali konflik lama hingga akhirnya pertemuan tak sengaja di Bandung membuat api cinta yang telah lama padam kembali menyala.
Film produksi MIR Productions ini diproduseri Yogi Arifiandy dengan Executive Producer Sunil Mirpuri. Selain menyuguhkan cerita yang hangat dan emosional, CLBK juga didukung delapan lagu original soundtrack yang memperkuat suasana setiap adegan.
Melalui perpaduan drama keluarga, komedi, dan romansa lintas generasi, CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) diharapkan menjadi pilihan tontonan yang menawarkan perspektif berbeda tentang cinta, kesempatan kedua, dan pentingnya berdamai dengan masa lalu. (Red/*)












































