Mediakawasan.co.id, Jakarta – Bulan Suci Ramadan 1447 H (Hijriah) menjadi momen yang sangat ditunggu umat muslim di dunia. Bulan yang dimaknai sebagai bulan penuh keberkahan, ampunan, dan momen untuk meningkatkan iman serta taqwa tersebut juga dirayakan sebagai bulan penuh kebersamaan dengan keluarga.
Di bulan suci Ramadan seluruh umat muslim menjalankan salah satu rukun Islam yaitu kewajiban untuk berpuasa bagi setiap muslim yang memenuhi syarat (balig, berakal sehat, dan mampu). Saat berpuasa juga diperlukan pola hidup yang disiplin agar mendapatkan manfaat sehat dari berpuasa. Puasa yang sehat dan berenergi ditentukan dari pola makan saat sahur, berbuka puasa, serta kualitas tidur yang cukup.
dr. Tengku Raya Sharin selaku Operations Group Head Astra Life mengatakan, “Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Agar puasa tidak memicu perubahan pola kesehatan ke arah negatif, bagi yang memiliki riwayat penyakit, kenali lebih jauh segala pantangan yang harus dihindari selama berpuasa. Jangan sampai saat sedang berpuasa malah jatuh sakit hingga dirawat di Rumah Sakit yang berimbas pada pengeluaran keuangan yang mendadak bahkan harus mengeluarkan tabungan dan dana darurat. Dalam kondisi tersebut, pentingnya memiliki asuransi kesehatan sebelum risiko datang. Pastikan asuransi kesehatan yang dimiliki dapat mencegah pengeluaran mendadak agar keuangan tetap aman untuk merayakan lebaran.
Untuk melancarkan ibadah berpuasa di bulan Ramadan 1447 H, Astra Life membagikan tips yang bermanfaat untuk keluarga Indonesia. Kenali 5 hal yang memicu permasalahan kesehatan pada saat berpuasa sbb:
1. Sering melewatkan sahur dan langsung tidur setelah sahur
Sahur membantu menjaga energi dan kadar gula darah lebih stabil. Caranya dengan memilih makanan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, dan roti gandum. Tambahkan dengan protein seperti telur, ayam, tahu, dan juga tempe. Sertakan sayur dan buah agar serat dapat tercukupi. Tidak kalah penting, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup pada saat sahur. Dengan disiplin dalam menjalankan sahur, dapat mencegah bagi yang memiliki riwayat
maag berat atau gerd yang akan berisiko nyeri ulu hati, asam lambung naik dan mual muntah. Hindari langsung tidur setelah sahur, karena dapat mengganggu proses pencernaan. Selain itu, pada posisi berbaring dapat memperlambat kerja lambung, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan akibatnya dapat menyebabkan maag atau kembung. Atur pola tidur dengan tidur cukup 6–8 jam total. Kurang tidur dapat menyebabkan migrain serta dehidrasi.
2. Kurang minum air
Gunakan pola sederhana, 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari terlalu banyak minuman manis atau berkafein. Selama berpuasa jangan sampai tubuh mengalami dehidrasi yang dapat memperberat kerja jantung, serangan asma akibat kelelahan serta memperburuk kondisi paru-paru karena dampak fisiologisnya terhadap saluran pernapasan. Selain itu, saat dehidrasi perlu pengaturan obat dan pola makan khusus dan pemantauan gula darah rutin.
3. Berbuka dengan makanan berlebihan
Pada saat berbuka puasa disarankan untuk berbuka secara bertahap. Awali dengan air putih dan 1–3 butir kurma atau buah. Hindari langsung makan berat dalam porsi besar. Cara tersebut dapat membantu lambung beradaptasi setelah kosong selama seharian. Hal lain yang harus dihindari saat berbuka puasa seperti, merokok berlebihan saat berbuka, sebab racun langsung masuk ke sistem pencernaan dan pernapasan yang rentan setelah 12 jam beristirahat. Penyebabnya dapat berisiko mual, muntah, pusing, hingga kelelahan.
4. Kurang serat dan protein
Pastikan dalam satu piring terdapat karbohidrat kompleks, protein, sayur, lemak sehat secukupnya. Kurangi konsumsi gorengan terlalu banyak dan kurangi makanan manis tinggi gula saat sahur maupun berbuka puasa. Hindari terlalu banyak makan makanan pedas, berlemak, bersantan, makanan asam, produk susu, serta makanan ultra proses atau Ultra-Processed Food. Apabila terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut dapat memicu diare dan risiko penyakit kritis di kemudian hari.
5. Tidak disiplin konsumsi obat rutin
Apabila ada obat rutin yang harus tetap dikonsumsi, jangan lupa untuk mengatur waktu konsumsi obat selama berpuasa. Contohnya seperti, obat 1 kali sehari dapat dikonsumsi saat sahur atau berbuka. Untuk obat 2 kali sehari dikonsumsi pada saat berbuka dan sahur. Untuk obat 3 kali sehari dikonsumsi pada saat berbuka, tengah malam, dan saat sahur serta sempatkan untuk konsultasikan jadwal konsumsi obat dengan dokter.
Agar tetap bugar selama berpuasa lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki setelah berbuka atau sebelum sahur. Hindari olahraga berat saat siang hari. Segera batalkan puasa jika mengalami pusing berat atau hampir pingsan, jantung berdebar hebat, muntah terus-menerus, dan tanda dehidrasi berat.
Untuk mendapat ketenangan dalam menjalankan ibadah berpuasa, penting juga untuk memiliki asuransi kesehatan sebelum risiko datang. Apa jadinya, kalau harus menalangi biaya berobat menggunakan dana darurat atau bahkan tabungan yang bisa boncos seketika. Mengingat biaya rawat inap yang cukup mahal, untuk itu asuransi kesehatan dapat membantu menanggung biaya-biaya tersebut.
Di Astra Life, memberikan perlindungan kesehatan yang komprehensif melalui salah satu produk Asuransi Kesehatan Online Flexi Hospital & Surgical, produk asuransi kesehatan murni yang memberikan manfaat rawat inap sesuai tagihan dengan kelas kamar hingga Rp2 juta per hari dan fasilitas cashless, serta premi yang terjangkau. Bagi para pekerja yang sudah memiliki BPJS Kesehatan, Flexi Hospital & Surgical dapat memberikan santunan tunai harian sesuai plan yang dimiliki. Dengan demikian, Flexi Hospital & Surgical dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja dan juga orang-orang terdekat. Untuk informasi lengkap dan kemudahan lainnya mengenai Flexi Hospital & Surgical dapat langsung kunjungi e-commerce ilovelife.co.id. (Red/rlls)












































