Mediakawasan.co.id, Jakarta — Duo pop BEND OF THE RIVERS, yang beranggotakan Arul Ansori dan Fuad Abdala Datau, resmi memperdengarkan karya terbaru mereka berjudul “Tragis”. Lagu ini menjadi bukti nyata perjalanan panjang dua musisi yang kesehariannya hidup di dunia musik, sekaligus menjadi curahan perasaan jujur yang sempat terkubur selama lebih dari sepuluh tahun.
Terbentuk pada pertengahan tahun 2024, BEND OF THE RIVERS lahir dari pertemanan dan kecintaan Arul dan Fuad terhadap musik. Arul Ansori, sosok yang akrab di kalangan musisi tanah air karena kiprahnya sebagai teknisi band, pernah bekerja dengan nama-nama besar seperti Erwin Gutawa Band, PADI, DRIVE, hingga Rian D’MASIV, di mana ia kini menjadi teknisi vokal. Tak hanya itu, Arul juga dikenal sebagai pencipta lagu — salah satunya “Tak Terbalas”, yang menjadi lagu perdana band DRIVE dan membuka jalan mereka di industri musik Indonesia.
Sementara itu, Fuad Abdala Datau adalah seorang gitaris sekaligus graphic designer yang aktif tampil di berbagai acara akustik, termasuk di gerai kopi ternama Joinkopi di kawasan Jakarta Selatan.
Kini, kolaborasi keduanya melahirkan lagu “Tragis” — sebuah karya lama yang baru menemukan panggungnya di tahun 2025. Lagu ini ditulis Arul pada tahun 2014, terinspirasi dari kisah pribadi tentang patah hati yang menyakitkan.
“Ini kisah gue saat masih bujangan, ditinggal sama seseorang karena orang ketiga. Padahal gue lagi sayang-sayangnya. Tragisnya, dia udah punya pengganti, gue belum, dan harus lihat mereka mesra di depan mata gue,” ungkap Arul dengan jujur.
Dalam proses produksi, “Tragis” digarap secara serius dengan melibatkan sejumlah musisi handal. Rizgon alias Rizky Dewanto, gitaris dari Ifan Seventeen dan Kotak, bertindak sebagai Music Director sekaligus produser. Sementara itu, Lordy Wijaya, additional player keyboard dari D’MASIV, turut mengisi bagian keyboard, dan Eko Sulistyo, sound engineer kawakan, dipercaya untuk menangani mixing dan mastering.
“Ini sebenarnya single kedua kita. Di lagu sebelumnya masih banyak kekurangan, tapi kali ini kita dibantu banyak teman musisi. Mas Rizky kasih banyak masukan soal sound gitar dan bass, hasil akhirnya bikin kita puas banget,” ujar Fuad.
Proses rekaman dilakukan pada bulan Ramadhan tahun lalu, dan meski berjalan lancar, Arul mengaku tantangan terbesar justru ada saat rekaman vokal.
“Kendalanya cuma di take vocal aja. Gue harus nyanyi dengan tone datar dan menahan emosi. Lagunya galau, tapi enggak boleh kedengaran menye,” katanya.
Melalui “Tragis”, BEND OF THE RIVERS ingin mengirim pesan bahwa luka hati bukanlah akhir dari segalanya. Lagu ini diharapkan bisa menjadi pelipur bagi siapa pun yang pernah dikhianati atau ditinggalkan, sekaligus pengingat bahwa musik mampu menyembuhkan.
“Kami berharap Tragis bisa mewakili perasaan orang-orang yang pernah terluka, tapi tetap ingin bangkit dan bahagia. Semoga lagu ini bisa dinikmati dan menghibur penikmat musik Indonesia,” tutup Arul dan Fuad kompak. (Red/rlls)














































