Mediakawasan.co.id, Jakarta – Rumah mode Rumah Rahma sukses mencuri perhatian publik mode di ajang Indonesia International Modest Fashion (IN2MF) 2025. Sang desainer, Rahmayulis Saleh, mempersembahkan delapan koleksi bertema “Harmony of Coastal Nature Madura”, yang memadukan keindahan batik Madura dengan sentuhan gaya retro modern.
Koleksi ini menggambarkan pesona alam pesisir Madura yang diekspresikan melalui motif-motif laut seperti kerang, ikan, kuda laut, hingga bunga khas pesisir. Ragam corak eksotis itu dikombinasikan dengan unsur budaya Jawa dan Arab, serta pengaruh dari Kerajaan Majapahit, Keraton Jogja, dan Keraton Solo.
Rahmayulis menuturkan, konsep Feminim Retro yang diusung Rumah Rahma menonjolkan siluet lembut nan elegan dengan detail frill, pleats, dan ornamen batik khas Madura. Potongan bell bottom berpadu apik dengan outer, blouse, dan dress berwarna kontras, menghadirkan nuansa nostalgia era 1920–1990 yang tetap relevan di masa kini.
“Setiap potongan memiliki karakter yang kuat, namun tetap menonjolkan sisi lembut perempuan. Bordir bunga, daun, payet, kristal, dan batuan menjadi aksen yang memperkaya detail rancangan,” ungkap Rahmayulis, yang akrab disapa Bunda Yuli, desainer asal Minang sekaligus mantan jurnalis media nasional.
Bahan-bahan seperti cotton, chiffon, satin, dan lace digunakan untuk memperkuat kesan ringan dan feminin. Sementara palet warna maroon, terracotta, hitam, biru, dan palet netral memberi nuansa elegan sekaligus hangat.
Lebih dari sekadar estetika, setiap rancangan membawa filosofi mendalam. “Delapan koleksi ini melambangkan harmoni antara motif batik dan elemen retro—sebuah siklus mode yang terus berputar, namun selalu bisa dikombinasikan dengan modernitas,” jelasnya.
Motif floral yang transparan di beberapa bagian menggambarkan makna lapisan kepribadian perempuan—bahwa kecantikan sejati tidak hanya tampak di permukaan, tetapi juga berasal dari kedalaman jiwa.
Sejak berdiri pada 2016, Rumah Rahma konsisten menghadirkan karya yang menjembatani tradisi dan tren masa kini. Melalui panggung IN2MF 2025, Rahmayulis ingin menegaskan pesan bahwa perempuan modern adalah sosok yang mampu menjaga akar budayanya, sambil terus tumbuh dan berevolusi tanpa kehilangan jati diri. (Red/*)












































