Mediakawasan.co.id, Yogyakarta – Menyambut momentum pergantian tahun dengan semangat perubahan dan kepedulian lingkungan, Ayo Less Waste (ALW) berkolaborasi dengan Persemaian Permada Nusantara Hijau (PNH) melaksanakan aksi penghijauan melalui penyaluran ratusan bibit pohon di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir risiko bencana ekologis yang kerap berulang, sekaligus sebagai ikhtiar kolektif agar kerusakan lingkungan parah seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia tidak kembali terulang.
PNH selama ini dikenal aktif mengembangkan program penghijauan dan pelestarian tanaman bernilai ekologis tinggi di berbagai daerah. Dalam kolaborasi ini, tim ALW yang dipimpin oleh Aisyah bersama salah satu relawan, Yogi Nadhiroh, menyalurkan 20 bibit pohon Bungur (Lagerstroemia speciosa) ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sendangsari, Sleman.
Pohon Bungur dipilih karena memiliki nilai ekologis dan estetika yang tinggi, berfungsi sebagai peneduh, mempercantik lanskap, serta dikenal dalam pengobatan tradisional berbasis herbal.
“Terima kasih kepada Ayo Less Waste dan PNH atas kepeduliannya memberikan tanaman untuk penghijauan di TPST Sendangsari. Semoga TPST ini bisa semakin hijau dan nyaman,” ujar Budi, Penanggung Jawab TPST Sendangsari.
Pada hari yang sama, tim ALW bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman juga mendistribusikan sekitar 133 bibit pohon dari PNH ke TPST Kalasan, TPST Turi, dan TPST Sendangsari. Bibit yang disalurkan memiliki tinggi bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga dua meter, menyesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing lokasi.
Adapun jenis bibit yang didistribusikan meliputi pohon Tabebuya (Tabebuia spp.) yang dikenal mampu menyerap polutan udara dan mencegah erosi tanah, pohon Spatodea (Spathodea campanulata) atau tulip Afrika yang memiliki tajuk rindang dan nilai estetika tinggi, serta tiga bibit Kalpataru yang melambangkan pohon kehidupan dan penghargaan terhadap pelestarian lingkungan.
Pengawas TPST Taman Martani, Kalasan, Alex, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa TPST yang dikelolanya mampu mengolah sekitar 20–25 ton sampah per hari dengan dukungan 75 karyawan.
“Dulu kawasan ini gersang, sekarang Alhamdulillah sudah mulai ada taman. Bibit ini insya Allah akan kami rawat dan tanam di bagian depan,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Johan, Wakil Koordinator DLH di TPST Donokerto, Turi. Ia berharap penanaman pohon dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Saya mengajak anak-anak muda untuk aktif dan senang menanam pohon demi bumi tercinta kita,” katanya.
Perwakilan PNH, Pradana, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam pelestarian keanekaragaman hayati.
“Tanaman itu unik dan diciptakan dengan fungsi masing-masing. Indonesia sebagai negara tropis punya potensi besar. Ayo belajar dan menanam, terutama anak muda,” ujarnya.
Sementara itu, Aisyah selaku Founder dan Ketua Ayo Less Waste menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar kecil untuk mencegah kerusakan ekologis yang lebih besar.
“Kita tidak ingin lagi melihat bencana ekologis besar terulang. Semoga langkah kecil ini memberi dampak positif dalam menjaga keseimbangan alam,” katanya.
Selain mendistribusikan bibit, PNH juga aktif merawat puluhan jenis tanaman langka dan bernilai budaya, seperti pohon maja, kepel, keben, merbau Papua, timoho, kepuh, hingga berbagai tanaman potensial bioenergi dan pakan lebah yang dikembangkan di persemaian.
Kolaborasi ALW dan PNH ini menjadi contoh nyata bahwa aksi komunitas di tingkat lokal mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan tangguh terhadap bencana. (Red/rlls)










































