Mediakawasan.co.id, Jakarta – Dikutip dari reuters.com, Harga emas melemah pada Kamis setelah investor melakukan aksi ambil untung menyusul rekor harga yang dicapai pada sesi sebelumnya. Selain itu, nada yang dinilai lebih lunak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Ketua Federal Reserve (The Fed) dan Iran turut menekan permintaan aset safe haven.
Harga emas spot turun 0,7% menjadi US$4.589,71 per ons pada pukul 05.01 GMT. Pada sesi sebelumnya, emas batangan sempat menyentuh rekor tertinggi di level US$4.642,72 per ons.
“Hari ini kita melihat emas turun sedikit setelah (Trump) mengatakan mungkin AS tidak akan melakukan intervensi di Iran, sehingga menahan permintaan aset lindung nilai. Namun, cerita besar mengenai kenaikan harga emas tidak akan hilang,” ujar Kepala Global Makro Tastylive, Ilya Spivak.
Di tengah upaya kepemimpinan Iran meredam gejolak domestik terburuk sejak Revolusi 1979, Teheran mengancam pangkalan militer AS di kawasan tersebut sebagai upaya menahan ancaman intervensi militer yang berulang kali disampaikan Trump.
Namun, di Gedung Putih, Trump mengisyaratkan sikap menunggu dan melihat dalam menyikapi krisis tersebut.
Sementara itu, pada Rabu, Trump mengatakan tidak memiliki rencana untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell meskipun terdapat penyelidikan pidana oleh Departemen Kehakiman. Meski demikian, ia menambahkan bahwa masih “terlalu dini” untuk memastikan langkah yang akan diambilnya.
Data klaim pengangguran mingguan AS untuk pekan pertama Januari dijadwalkan rilis pada hari yang sama, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed. Para pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tahun ini.
Lingkungan suku bunga rendah, serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, secara tradisional mendukung aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Di sisi lain, harga perak spot merosot 5,5% menjadi US$87,62 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$93,57.
Platina spot turun 3,3% menjadi US$2.305,90 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam sepekan dan sempat menyentuh rekor US$2.478,50 pada 29 Desember.
Sementara itu, paladium melemah 2,6% menjadi US$1.778,80 per ons dan bergerak di dekat level terendah dalam sepekan. (Red/*)










































