Mediakawasan.co.id, Banten — Sambil bermain, 14 anak di Kampung Ciwaru, Lebak Selatan, belajar cara menyelamatkan diri saat gempa bumi dan tsunami. Kegiatan bertajuk Safari Kampung ini dieksekusi oleh Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) pada Sabtu (11/10) pagi, sebagai upaya menanamkan kesadaran siaga bencana sejak usia dini.
Safari Kampung merupakan bagian dari inisiatif Community Resilience, yang berfokus membangun ketangguhan masyarakat pesisir di kawasan rawan bencana. Melalui pendekatan belajar berbasis permainan, anak-anak diperkenalkan pada konsep kebencanaan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diingat.
Pembelajaran Mitigasi yang Menyenangkan
Dalam sesi pembelajaran, peserta dikenalkan pada tanda-tanda awal gempa dan tsunami serta langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan sesudah bencana. Materi ini kemudian dipraktekkan lewat tiga permainan edukatif.
Permainan pertama, Patriot Siaga, merupakan human board game menggunakan dadu besar. Setiap langkah membawa peserta pada tantangan seperti menjawab pertanyaan, melakukan simulasi, atau memainkan misi siaga bencana. Aktivitas ini melatih ketangkasan dan berpikir cepat di situasi darurat.
Berikutnya, anak-anak bermain Siaga Kata, lomba menyusun kata seperti “gempa”, “tsunami”, atau “evakuasi” dalam waktu 45 detik. Permainan ini membantu mereka mengenal istilah penting kebencanaan sambil melatih kerja sama dan kecepatan berpikir.
Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Pahlawan Siaga” dan pembagian souvenir bagi seluruh peserta. Suasana keceriaan terasa sepanjang acara, anak-anak tertawa, berlari, dan antusias mengikuti setiap instruksi.
“Kegiatan safari kampung sendiri memiliki sebuah tujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai mitigasi bencana dengan pembawaan yang tentunya berbeda.” ujar Marcelino Elben, Content & Program Koordinator, saat ditemui di lokasi kegiatan.
Sepanjang kegiatan, antusiasme anak-anak sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, tertawa, dan berpartisipasi dalam setiap sesi permainan. Safari Kampung di Kampung Ciwaru menjadi bukti bahwa edukasi kebencanaan dapat dikemas secara kreatif tanpa kehilangan nilai pembelajarannya.
Langkah GMLS Bangun Ketangguhan Anak Pesisir
Kampung Ciwaru dipilih karena berada di kawasan rawan tsunami dengan tingkat kesiapsiagaan masyarakat yang masih perlu diperkuat. Melalui Safari Kampung, pengetahuan dasar mitigasi dapat tertanam sejak dini dan menumbuhkan generasi pesisir yang tangguh. (Red/rlls)











































