Mediakawasan.co.id, Serpong – Aksi penolakan terhadap proyek pembangunan gedung tak berizin kembali mencuat di Kota Tangerang Selatan.
Kali ini, warga RW 06 Kencana Loka, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, memblokir akses menuju lokasi pembangunan sebuah yayasan yang diduga belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Langkah tegas warga dilakukan karena proyek tersebut dinilai belum siap secara teknis dan justru menjadi pemicu banjir di lingkungan sekitar.
Dalam dua bulan terakhir, banjir melanda permukiman mereka akibat buruknya sistem drainase di sekitar area proyek.
Air hujan meluap dan masuk ke dalam rumah warga, mengakibatkan kerugian materil dan beban psikologis.
Bukan Menolak Pembangunan, Tapi Minta Penataan yang Benar
“Kami tidak pernah menolak pembangunan. Tapi sebelum mulai bangun, perbaiki dulu drainasenya! Jangan sampai warga kami jadi korban,” ujar Rocky, perwakilan warga, usai mediasi yang digelar di Kantor Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Sabtu (5/7).
Menurut Rocky, warga telah menunjukkan itikad baik dengan membuka ruang dialog bersama pihak pengelola proyek.
Namun, dua kejadian banjir berturut-turut membuat warga semakin khawatir dan merasa tidak dilibatkan dalam proses pengawasan pembangunan.
“Air masuk ke rumah warga. Ini bukan masalah kecil. Kami minta pekerjaan proyek dijalankan dengan benar, mulai dari izin resmi sampai pelaksanaan teknisnya,” tambahnya.
Tuntutan Warga: Perbaikan Drainase hingga Transparansi Proyek
Dalam forum mediasi yang difasilitasi oleh Kelurahan Rawa Mekar Jaya, warga menyampaikan sejumlah tuntutan yang harus dipenuhi sebelum proyek bisa dilanjutkan.
Tuntutan tersebut antara lain:
Pembangunan dan perbaikan drainase yang memadai di sekitar lokasi proyek;, Pembersihan sampah dan pohon yang mengganggu akses jalan;, Pembersihan jalan dari lumpur dan material proyek; dan Koordinasi aktif antara pihak proyek, pemerintah, dan warga.
Rocky menegaskan bahwa akses jalan menuju lokasi proyek akan tetap diblokir hingga seluruh tuntutan dipenuhi secara nyata.
“Itu keputusan warga. Kalau belum ada perbaikan nyata, jangan buka jalan dulu. Kami tidak mau banjir terulang lagi,” tegasnya.
Lurah Dukung Aspirasi Warga, Komitmen Tertulis Sudah Disepakati
Lurah Rawa Mekar Jaya, Rahmat Kurnia, menyampaikan dukungannya terhadap aspirasi dan kekhawatiran warga.
Dalam mediasi tersebut, pihak kelurahan ikut menandatangani surat komitmen bersama antara warga dan pengelola proyek.
“Lurah mendukung agar semua berjalan baik. Komitmennya sudah tertulis dan ditandatangani. Tinggal realisasi dari pihak proyek,” tutur Rocky mengutip pernyataan Lurah Rahmat.
Warga berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan dan menjaga harmonisasi sosial di lingkungan mereka.
Sorotan terhadap Izin dan Pengawasan Pembangunan
Kasus di Kencana Loka kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap proyek pembangunan di kawasan permukiman.
Minimnya transparansi, ketiadaan IMB, serta kelalaian dalam memenuhi standar teknis seperti sistem drainase, menjadi titik kritis yang harus segera ditangani pemerintah daerah.
Warga menuntut agar ke depan seluruh proses pembangunan di Tangerang Selatan dilakukan secara terbuka, taat prosedur, dan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. (Red/*)












































