Mediakawasan.co.id, Serpong – Kawasan kuliner Cordoba yang terletak di Nusa Loka BSD City, Tangerang Selatan, menjadi sorotan publik setelah sejumlah pengunjung dan pemilik ruko mengeluhkan kondisi lingkungan yang dianggap kumuh, semrawut, dan minim penataan.
Namun sayangnya, para pengelola kawasan tersebut memilih bungkam saat dikonfirmasi oleh awak media.
Herman, yang diketahui menjabat sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba, tidak memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dolog Pasaribu, salah satu pengelola lainnya, yang memilih untuk tidak memberikan komentar meski kabar keluhan warga sudah ramai diperbincangkan.
Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Wisnu, Ketua RW 07, yang enggan menjawab saat dimintai klarifikasi mengenai proses penempatan Herman sebagai ketua pengelola kawasan kuliner Cordoba.
Ketertutupan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pemilik kios yang merasa berhak mengetahui transparansi pengelolaan kawasan.
“Seharusnya mereka terbuka saja, supaya masyarakat tidak curiga atau berspekulasi. Kalau memang tidak ada yang disembunyikan, kenapa harus takut? Yang dibutuhkan itu penjelasan terbuka mengenai program kerja dan siapa yang menunjuk mereka sebagai pengelola. Apakah dari RW, BSD, atau Pemerintah Kota?” ujar salah satu pemilik kios yang meminta namanya dirahasiakan.
Lebih jauh, ia menyoroti tidak transparannya pengelolaan keuangan di kawasan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kawasan kuliner Cordoba berdiri di atas lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum), yang berarti seharusnya dikelola untuk kepentingan bersama, bukan dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Kalau ini lahan publik, ya pengelolaannya harus terbuka. Jangan seperti dikuasai pribadi atau kelompok. Harus ada transparansi, apalagi soal keuangan,” tambahnya.
Senada dengan itu, seorang pemilik ruko lainnya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi kawasan.
Ia menyebutkan bahwa Cordoba memiliki potensi besar sebagai pusat kuliner dan tempat berkumpul yang nyaman jika dikelola secara profesional.
“Jangan lagi ada pembuangan sampah sembarangan, apalagi truk sampah masuk ke dalam kawasan. Ini perumahan, bukan pasar,” tegasnya.
Ia pun menyarankan agar pengelola kawasan diganti dengan sosok yang lebih muda, energik, dan kreatif.
Menurutnya, pengelolaan saat ini cenderung pasif dan tidak menunjukkan progres apapun.
“Sudah terlalu lama kawasan ini seperti dibiarkan. Pengurusnya ada tapi gak kelihatan hasil kerjanya. Gak pernah ada komunikasi dengan kami sebagai pemilik ruko. Kalau memang tidak bisa berbenah, ya lebih baik diganti saja dengan yang lebih profesional,” ujarnya.
Kawasan kuliner Cordoba berlokasi di jantung pemukiman Nusa Loka, BSD City, Kelurahan Mekar Jaya, Kota Tangerang Selatan.
Dengan lokasi yang strategis dan potensi ekonomi yang besar, masyarakat berharap ada perbaikan serius dalam pengelolaan kawasan tersebut demi menciptakan lingkungan usaha yang tertata, bersih, dan transparan.
(Red/*)







































