Mediakawasan.co.id, Jakarta – Penyakit cacar api atau herpes zoster tidak hanya menyebabkan ruam dan nyeri pada kulit, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, hingga memperburuk kondisi pasien yang telah memiliki penyakit jantung. Karena itu, masyarakat, terutama kelompok lanjut usia dan penderita penyakit kronis, diimbau meningkatkan kewaspadaan serta mempertimbangkan vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Siloam Heart Hospital dr. Glovanno Rachmanda Maulana, Sp.JP, FIHA , menjelaskan herpes zoster merupakan penyakit akibat reaktivasi virus varicella-zoster, yaitu virus penyebab cacar air yang tetap berada di jaringan saraf setelah seseorang sembuh dari infeksi pertama.
Menurutnya, risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia karena sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan. Meski gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga dan menjaga pola makan bergizi dapat membantu mempertahankan daya tahan tubuh, proses penuaan tetap menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko munculnya kembali virus tersebut.
“Semakin bertambah usia, daya tahan tubuh semakin menurun. Meski gaya hidup sehat seperti olahraga rutin dan nutrisi yang baik dapat membantu menjaga imunitas, risiko tetap meningkat seiring proses penuaan,” ujarnya dalam Media Gathering Heart Care Day 2026 di Siloam Heart Hospital Sabtu (4/6).
Ia menjelaskan, gejala herpes zoster biasanya diawali demam, nyeri, atau rasa gatal pada area tertentu, kemudian muncul ruam berisi cairan yang umumnya hanya terdapat pada satu sisi tubuh mengikuti jalur saraf. Ruam dapat muncul di dada, wajah, leher, ketiak, maupun selangkangan.
Yang perlu diwaspadai, kata dr. Glovanno, bukan hanya ruamnya. Sebagian pasien masih mengalami nyeri hebat meski ruam telah sembuh. Nyeri pasca-herpes zoster bahkan dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan sering digambarkan seperti sensasi terbakar, tersengat listrik, atau tertusuk-tusuk sehingga mengganggu aktivitas, produktivitas, dan kualitas tidur.
Selain menyerang kulit dan saraf, herpes zoster juga dapat mengenai mata maupun telinga sehingga berisiko menyebabkan gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga Ramsay Hunt Syndrome. Bahkan, infeksi tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
“Peradangan yang dipicu infeksi virus dapat menyebabkan inflamasi pada pembuluh darah maupun otot jantung atau miokarditis. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung, terutama pada pasien yang telah memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, maupun kanker,” jelasnya.

Sementara itu, Konsultan Kardiologi Intervensi Siloam Heart Hospital, DR. dr. Sidhi Laksono, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, MARS, MH, CPHM, FISQUA, menegaskan infeksi herpes zoster dapat memberikan beban tambahan bagi pasien yang telah memiliki penyakit jantung.
Menurutnya, nyeri hebat akibat herpes zoster membuat tubuh melepaskan respons stres yang meningkatkan kerja jantung. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit jantung koroner maupun gagal jantung yang telah diderita pasien.
“Virus ini memang menyerang jaringan saraf. Selain menimbulkan ruam dan lepuhan pada kulit, rasa nyeri yang ditimbulkan dapat meningkatkan beban kerja jantung, terutama pada pasien yang sudah memiliki penyakit jantung,” katanya.
Dr. Sidhi menambahkan, sejumlah penelitian dari Korea Selatan menunjukkan adanya peningkatan risiko serangan jantung setelah seseorang mengalami herpes zoster. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa vaksinasi herpes zoster semakin digencarkan di negara tersebut, khususnya bagi kelompok berisiko.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pada individu berusia muda tanpa faktor risiko penyakit jantung, herpes zoster umumnya tidak secara langsung memicu gangguan jantung. Risiko akan meningkat pada usia lanjut maupun mereka yang memiliki hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, atau penyakit kronis lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa virus penyebab herpes zoster tetap berada di dalam tubuh sehingga penyakit tersebut dapat kambuh lebih dari satu kali. Bahkan setelah ruam menghilang, sebagian pasien masih mengalami nyeri saraf berkepanjangan atau post-herpetic neuralgia yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
“Nyeri pasca-herpes bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan lebih lama. Kondisi ini tentu dapat menurunkan kualitas hidup dan memperberat kondisi pasien dengan penyakit jantung,” ujarnya.
Untuk menekan risiko tersebut, kedua dokter sepakat bahwa vaksinasi herpes zoster menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif, terutama bagi orang dewasa berusia di atas 50 tahun maupun individu dengan penyakit penyerta.
Dr. Glovanno menjelaskan vaksin diberikan dalam dua dosis. Pada kelompok usia di atas 50 tahun, dosis kedua diberikan sekitar enam bulan setelah dosis pertama. Sementara pada kelompok usia dewasa yang lebih muda dengan indikasi khusus, dosis kedua dapat diberikan sekitar dua bulan setelah penyuntikan pertama.
Senada, dr. Sidhi mengatakan vaksin tidak hanya menurunkan risiko seseorang terkena herpes zoster, tetapi juga mengurangi tingkat keparahan penyakit apabila infeksi tetap terjadi, termasuk menekan risiko kekambuhan bagi mereka yang sebelumnya pernah mengalami cacar api.
Meski dapat menimbulkan efek samping ringan seperti demam, pegal, atau rasa tidak nyaman selama satu hingga dua hari setelah penyuntikan, menurutnya kondisi tersebut merupakan respons normal tubuh terhadap vaksin. Ia juga mengingatkan vaksinasi sebaiknya dilakukan ketika kondisi kesehatan pasien stabil dan ditunda pada pasien yang sedang mengalami serangan jantung akut, gagal jantung berat, atau masih menjalani perawatan intensif.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap cacar api sebagai penyakit kulit biasa. Mengenali gejala sejak dini, segera berkonsultasi dengan dokter saat muncul keluhan, serta menjalani vaksinasi sesuai rekomendasi menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius sekaligus melindungi kesehatan jantung. (Red/*)







































