Mediakawasan.co.id, Jakarta – Menanggapi adanya hiruk pikuk di kepengurusan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Dewan Pertimbangan Kowani, Dr. Dewi Motik Promono, M.Si, mengatakan bahwa itu adalah ulah segelintir orang yang ingin menghancurkan Kowani.
“Dalam berorgaisasi ada perpedaan pendapat itu hal yang biasa, tetapi sebagai organisasi yang telah komitmen dengan hasil kongres dan ADART Organisasi, harusnya kita tidak membawa persoalan dalam tubuh organisasi keluar, kita selesaikan di dalam musyawarah dan mufakat internal organisasi,” ujar Dr.Dewi Motik yang ditemui disela acara Ramadhan 2026 Kowani, pada Rabu, (25/2).
Dr. Dewi Motik yang kala itu bersama dengan para ketua bidang Kowani, menyatakan bahwa kisruh Kowani akibat adanya mosi tidak percaya kepada pimpinan dalam hal ini Ketua Kowani terpilih, yakni Nannie Hadi Tjahjanto.S.H., adalah sebuah bentuk pengkhiatan kepada organisasi.
“Ada 19 orang yang tadinya berada dalam kepengurusan Kowani, mereka secara tiba-tiba melakukan mosi tidak percaya, yang tidak kami pahami apa sebabnya hingga mereka melakukan gerakan makar tersebut,” beber Dr.Dewi Motik.
Demi utuhnya marwah organisasi, menurut Dr. Dewi Motik, dia bersama pengurus lain dan Ketua Kowani telah berembuk dan mengajak kelompok yang melayangkan mosi tidak percaya untuk bertemu, melakukan islah, musyawarah untuk mencapai mufakat. Namun sayangnya, ajakan baik tersebut tidak mendapat tanggapan positif dari kelompok makar tersebut, bahkan mereka secara terang-terangan meminta dukungan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) Kowani.
“Mereka tidak tahu cara berorganisasi, tidak paham adanya ADART yang harus dipahami dalam berorganisasi, Kowani ini sudah 100 tahun lebih berdiri dan sejauh ini kami baik-baik saja, saya berharap Ibu Menteri bisa mengerti dan tidak membela segilintir orang-orang yang jelas-jelas telah melakukan pengkhianatan pada Kowani, urusan Kowani biar kami yang urus karena kami yang lebih tahu marwah organisasi ini,” tegas Dr.Dewi Motik.
Sebelumnya, sejumlah anggota Dewan Pimpinan Kowani resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap Nannie Hadi Tjahjanto.S.H., Mereka meminta agar segera digelar rapat resmi Dewan Pimpinan untuk membahas pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang akan memproses pembatalan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB). (Red/rlls)










































