Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Dalam upaya mempercepat pengembangan teknologi nuklir sebagai bagian penting dari kemajuan ilmu pengetahuan nasional, Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) menggelar ICONSTA (International Conference on Nuclear Science, Technology, and Application) 2024 di Grand Zuri Hotel BSD, Tangerang Selatan, pada 13-14 November 2024. Acara ini mempertemukan ahli nuklir dari dalam dan luar negeri untuk membahas penerapan teknologi nuklir di sektor energi, pangan, dan kesehatan. Fabu 13 November 2024.
Menurut Prof. Dr. Susilo Widodo, M.Eng., Ketua Umum HIMNI, ICONSTA menjadi wadah strategis untuk mempercepat inovasi nuklir yang relevan dengan kebutuhan nasional. “ICONSTA 2024 adalah bukti nyata komitmen kami untuk memajukan iptek nuklir, tak hanya sebagai instrumen teknologi tetapi juga sebagai solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. Rabu (13/11).
Konferensi yang diikuti 150 peserta ini mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Sains dan Teknologi Nuklir untuk Masa Depan yang Lebih Baik” serta mencakup topik-topik kunci seperti teknologi dan aplikasi nuklir, keselamatan, keamanan, serta manajemen nuklir. Salah satu fokus utama adalah eksplorasi manfaat nuklir dalam bidang energi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Drs. Markus Wauran, salah satu pendiri HIMNI, menjelaskan bahwa teknologi nuklir berpotensi besar untuk mendukung ketahanan energi melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang dapat menyediakan pasokan energi stabil dan ramah lingkungan. “Sejak didirikan pada 1995, HIMNI aktif mendukung penerapan iptek nuklir, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang semakin meningkat,” ujarnya. Markus menambahkan bahwa HIMNI siap berkontribusi dalam mencapai ketahanan energi, kemandirian pangan, dan kualitas layanan kesehatan.
Kerja sama HIMNI dengan Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyelenggaraan ICONSTA juga menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi pengembangan nuklir. Kepala ORTN BRIN, Syaiful Bakhri, PhD, menekankan bahwa ICONSTA merupakan forum yang krusial untuk membangun pemahaman dan inovasi bersama, “Kolaborasi ini adalah bentuk dukungan BRIN untuk melahirkan inovasi di sektor energi, kesehatan, dan pangan sehingga iptek nuklir berkontribusi langsung bagi kemajuan Indonesia.”
Dari segi kesehatan, HIMNI juga mendorong pengembangan alat-alat radioterapi berbasis nuklir, khususnya untuk pengobatan kanker. Dalam sektor pangan, HIMNI merekomendasikan pemanfaatan benih padi unggul hasil inovasi BRIN untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ketua Panitia ICONSTA 2024, Dr. Phil. Ratna D. Haryuni, menekankan bahwa konferensi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah untuk mendukung implementasi iptek nuklir. “Kami berharap ICONSTA 2024 mampu memberikan panduan bagi kebijakan pemerintah terkait teknologi nuklir, khususnya dalam mendukung ketahanan energi, kemandirian pangan, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, 47 makalah ilmiah yang dihasilkan dalam konferensi ini akan dipublikasikan dalam prosiding American Institute of Physics (AIP), yang dapat memperkuat posisi Indonesia di bidang nuklir pada tingkat internasional.
Dengan terselenggaranya ICONSTA 2024, HIMNI berharap iptek nuklir dapat memainkan peran strategis dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045, serta mendukung kemandirian bangsa di sektor energi, pangan, dan kesehatan. HIMNI optimistis bahwa dengan teknologi nuklir, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri, maju, dan berkelanjutan. (Red/*)












































