Mediakawasan.co.id, Bintaro Tangsel- Bintaro Design District (BDD) kembali mengadakan Annual Festival Design setelah terjeda selama dua tahun, akibat pandemi Covid-19. Dalam festival design kali ini, BDD yang merupakan komunitas kreatif Bintaro yang sudah mendunia ini, mengangkat tema “Berbagi Masa Depan”.
“Berbagi Masa Depan” menjadi tema yang sangat relevan, bahkan tidak mudah untuk usang. Tema ini akan membungkus, mendokumentasikan dan juga memamerkan karya-karya terkini dan pemikiran-pemikiran terbaru, dalam menghadapi dunia baru paska pandemi yang dinamis, spiritual dan penuh kewaspadaan,” tutur Inisiator dan kurator BDD, Hermawan Tanzil, saat membuka BDD Annual Festival Design di Kafe Kopi Manyar Bintaro, Selasa, (14/09).
Inisiator dan kurator BDD lainnya, Andra Matin mengatakan, “Masa depan” adalah sebuah keadaan yang akan datang serentak kepada kita semua. Dalam pikiran-pikiran yang kita miliki tentangnya, ada sebuah pikir yang membuat hidup hari ini gelisah, namun terselip dalam semua kerja kita ada harap-harap kecil yang terus diupayakan agar masa depan tidak jadi sesulit yang kita kira akan tiba.”
“Setiap dari kita sedang mengupayakan masa depan untuk kita tinggali. Namun seperti halnya hari ini, di masa depan nanti pun kita tidak akan tinggal sendiri. Kita akan tinggal bersama-sama dengan mereka yang, beberapa kita kenal, dan banyak lainnya lagi yang masih menanti untuk berpapasan,” imbuh Andra.
Budi Pradono yang juga inisiator dan kurator BDD mengungkapkan, “Dalam event BDD kali ini, kami ingin mengumpulkan pikiran dan gagasan, dari teman-teman yang berpartisipasi, mengenai masa depan kita bersama. Tentang cita-cita kecil, dugaan-dugaan logis atau spekulasi solusi dalam beragam skala yang menjadi mimpi tentang masa depan yang lebih baik. Kami ingin membagikan bermacam pikiran dari teman-teman ini, kepada khalayak yang lebih luas. Semata agar realisasi dari pikiran-pikiran ini dapat memiliki kesempatan untuk bisa diupayakan bersama, dan menjadi awal dari masa depan yang lebih menyenangkan untuk kita semua.”
“Melihat semua yang telah terjadi dalam beberapa waktu ke belakang, jelas sekali ada begitu banyak keadaan kurang baik, dalam hidup kita bersama saat ini. Keadaan-keadaan yang perlu disikapi agar solusi realistisnya dapat dipikirkan dengan segera, dan realisasinya dapat menjadi tujuan gerak kita dalam menuju masa depan,” ujar Danny Wicaksono yang juga inisiator dan kurator BDD.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyatakan dukungannya pada BDD. Pilar merasa bangga karena BDD adalah bagian dari masyarakat Tangsel.
“Saya sangat mendukung, dan mengapresiasi penyelenggaraan event BDD ini, ini menjadi salah satu upaya membangkitkan kreativitas masyarakat agar terus berkarya, ” pungkas Pilar.
Tentang Bintaro Design District (BDD)
BDD merupakan sebuah wadah bagi para pecinta/pemerhati/pelaku desain dan seni yang menjadi bagian dari budaya Indonesia, juga sebagai wadah untuk mengembangkan bakat dan potensi para anggotanya dalam mendesain dan responsif pada desain dan masalah masalah urbanitas yang berkaitan dengan desain dan arsitektur, serta berkaitan dengan aspek kebudayaan secara menyeluruh. Berdasarkan rasa tanggung jawab dan kesadaran dari para anggotanya, maka BDD turut berperan serta melesetarikan dan mengembangkan seni desin dalam bagian kebudayan bangsa. BDD dalam berkegiatan mengajak pula dan bermitra dengan organisasi/kumpulan sejenis, pemerintah daerah dan pusat, institusi-institusi dalam dan luar negeri yang memiliki kesamaan bidang.
Jumlah Anggota BDD
Saat pameran pertama kali adalah 70 desainer & kelompok desainer. (arsitek, interior, dkv/ grafis, photography, film, music).
Pada Tahun 2019 Bintaro Design Distrik telah memecahkan rekor dengan menyelenggarakan acara BDD selama 10 hari dengan 116 acara / event. Sehingga mendapatkan hadiah Good Design Indonesia dari kementrian perdagangan.
Visi dan Misi BDD
Menjadikan Desain bagian dari masyarakat Indonesia yang kreatif, memasyarakatkan wacana desain dan pemahaman arsitektur urbanitas dalam konteks lingkungan dan berbudaya sesuai khasanah bangsa Indonesia, mendorong start-up kreatif muda yang sedang merintis studio studio baru. Memberikan wacana yang berbeda dengan menginterpretasikan suatu masa dan kejadian dengan mengangkat tema tema utama yang relevan pada situasi terkini di dunia maupun lokalitasnya. (red/*)






































