Mediakawasan.co.id, Jakarta – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Trisakti bersama Ikatan Alumni Arsitektur Trisakti (IAAT–ADHIPATI) menggelar sesi Sharing Experience untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi persaingan dunia konstruksi internasional. Mengusung fokus pada pengembangan karakter, standar profesional, dan global mindset, kegiatan yang digelar pada Selasa, (25/11) ini, menghadirkan alumni yang telah sukses berkarier di proyek-proyek global.
Menghadirkan Retno Sari, S.T., Manager Design Engineer di China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), acara yang berlangsung di Auditorium FTSP Lantai 9 ini menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa, alumni, dan industri. Retno, yang telah meniti karier di Italia, Turki, dan Tiongkok, membagikan pengalaman mengenai kompetensi yang wajib dimiliki engineer Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Dalam pemaparannya, Retno menekankan bahwa tantangan utama engineer Indonesia bukan sekadar teknis, melainkan mentalitas dan kemampuan komunikasi.
“Secara kualitas teknis kita tidak kalah. Tantangannya ada pada standar komunikasi, kepercayaan diri, dan kekuatan karakter. Kita harus percaya bahwa kita equal dengan engineer negara lain,” jelasnya.
Retno juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai modal wajib. Minimal dua bahasa, bahkan tiga bila memungkinkan, untuk dapat berinteraksi dan bersaing dalam tim multinasional.
Alumni dan Industri Bersatu Perkuat Kompetensi Global Mahasiswa
Dukungan terhadap peningkatan kualitas lulusan juga disampaikan Dr. Yuwono Ismanto, anggota Advisory Board FTSP Trisakti sekaligus Wakil Ketua Bidang Kewirausahaan IAAT ADHIPATI.
Menurut Yuwono, pengalaman Retno menjadi gambaran nyata bahwa lulusan Indonesia mampu bersaing, sepanjang memiliki disiplin, wawasan, dan mentalitas yang kuat.
“Pengetahuannya tidak kalah. Yang kadang kurang adalah mental dan kedisiplinan. Ini yang perlu diperbaiki agar kita makin kuat di pasar global,” tegasnya.
Sebagai Director PT Propan Raya, Yuwono juga memaparkan komitmen industri terhadap pembangunan berkelanjutan melalui inovasi cat ramah lingkungan yang mendukung konsep green building.
*Propan Perkuat Pesan Keberlanjutan Lewat Teknologi Green Coating
- Dalam sesi pemaparan, Propan menayangkan video mengenai kontribusi perusahaan terhadap gerakan bangunan hijau di Indonesia. Mulai dari penggunaan material rendah emisi, efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga penerapan standar ISO. “Kami mendukung Green Building Council Indonesia sejak 2011 dan terus berkolaborasi dengan kampus, termasuk Trisakti, untuk penelitian dan pelestarian bangunan heritage,” ujar Yuwono. *Kolaborasi Kampus–Alumni–Industri Jadi Kekuatan Baru Trisakti
- Acara Sharing Experience ini menegaskan sinergi antara dunia akademik, alumni, dan industri dalam mempersiapkan lulusan yang kompetitif secara global. Mahasiswa diajak memahami tuntutan dunia kerja internasional, sekaligus membangun mindset bahwa engineer Indonesia memiliki peluang besar untuk unjuk kualitas.
Dengan dukungan alumni yang telah berkiprah di kancah global dan keterlibatan industri seperti Propan, FTSP Trisakti berharap mahasiswa dapat membangun kesiapan mental, skillset, dan visi global sejak dini. (Red/*)













































