Mediakawasan.co.id, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan, menerima laporan hasil reses Anggota DPRD Kota Tangsel melalui rapat paripurna reses triwulan tiga tahun anggaran 2025, Senin (21/7/2025).
Laporan hasil reses yang dilakukan beberapa hari lalu di daerah pemilihan (Dapil) masing – masing itu, disampaikan oleh juru bicara perwakilan fraksi yang ada di DPRD Kota Tangsel.
Pilar mengatakan, Pemkot Tangsel akan meneliti dan mempertimbangkan semua hasil reses dari 50 Anggota DPRD untuk di tindaklanjuti sebagai sebuah kebijakan yang diambil pemerintah.
“Yang pasti hasil reses ini harus tetap sejalan dengan RPJMD dan kejaran target kita di tahun tahun ini,” ungkapnya.
Reses di Dapil masing – masing anggota DPRD tersebut, meliputi berbagai usulan yang disampaikan masyarakat. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga persoalan penanganan banjir.
Pilar menjelaskan, jika memang usulan masyarakat yang disampaikan anggota dewan dapat dikerjakan pada anggaran murni tahun 2025 ini, hal itu bisa saja dilakukan selama itu masih berada dalam koridor RPJMD Tangsel.
“Menurut saya sih, bisa dikerjakan di (APBD-red) Perubahan. Tapi kalau misalkan yang memang harus dikerjakan di anggaran murni. Tapi sekali lagi, selama itu koridornya masih dalam RPJMD,” kata Pilar.
Sedangkan usulan masyarakat yang sifatnya sangat urgen, bisa saja hal itu dapat di anggarkan melalui APBD Perubahan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tangsel.
“Iya, yang bersifat urgen dan memang bisa di anggarkan di Perubahan,” terang Pilar.
Diketahui, reses Anggota DPRD Kota Tangsel beberapa waktu lalu, dilakukan berbarengan dengan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Berbagai aspirasi pun disampaikan masyarakat kepada dewan yang berasal dari Dapil yang wilayahnya terdampak banjir.
Hal itu juga dilakukan Anggota Komisi ll DPRD Kota Tangsel, Herna Dwi Kusuma yang melakukan reses di Perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren yang terdampak banjir. Warga pun meminta banjir dan penerangan jalan umum (PJU) segera dibenahi.
“Kemarin itu reses dipusatkan di Maharta, kebetulan waktu itu habis banjir. Warga minta itu aja, penanganan banjir harus segera,” ungkap Herna.
Kendati begitu, untuk mengatasi persoalan banjir, minimal untuk mengurangi debit air yang sebabkan banjir dikawasan Pondok Maharta, sudah ada penambahan pompa air sudah dialokasikan oleh pemerintah daerah.
“Pompa air sudah dialokasikan juga. Ada juga lampu – lampu PJU di situ yang pada mati, warga sih mintanya itu aja. Kebetulan kemarin saya reses di Maharta itu,” ungkapnya.
Herna menjelaskan, lokasi perumahan Pondok Maharta, merupakan kawasan yang menjadi langganan banjir. Untuk mengatasi itu, salah satunya harus ada sinergi dengan Pemrprov Banten, apalagi kali yang melintas di Perumahan Maharta mengalir ke Kota Tangerang.
“Kita pasti pikirkan semuanya, apalagi pak wali kota (Benyamin Davnie-red) sudah konsentrasi juga, pastinya akan komunikasi ketingkat atas karena mengatasi banjir tidak bisa sendiri,” ujarnya.







































