Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan — Ada yang unik dalam pelaksanaan kurban di Al-Azhar BSD tahun ini. Bukan hanya panitia dan guru, siswa dari berbagai jenjang—mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA—ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan kurban. Dari menabung, menyaksikan langsung proses pemotongan, hingga membantu distribusi, semua dilakukan dalam suasana penuh semangat belajar.
Pada pelaksanaan Iduladha 1446 H, sebanyak 167 ekor kambing dan 15 ekor sapi berhasil dikumpulkan dan disembelih. Sebagian besar hewan kurban merupakan hasil tabungan siswa serta partisipasi orang tua dan masyarakat.
Koordinator teknis pelaksanaan kurban, Ahmad Sobari, menyebut keterlibatan siswa dalam kegiatan ini sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang bersifat langsung dan aplikatif.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang kurban di buku. Mereka menabung dari uang saku sendiri, melihat proses penyembelihan, hingga menyaksikan bagaimana daging dibagikan. Ini pengalaman belajar yang membentuk karakter,” jelas Sobari saat ditemui di lokasi penyembelihan, Jumat (6/6/2025).
Karena pelaksanaan jatuh pada hari Jumat, panitia membentuk dua tim penyembelih agar seluruh proses selesai maksimal pukul 11.00 WIB, sebelum waktu Salat Jumat.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan Muslim BSD, H. Noor Khoirudin, MBA, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana membentuk nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sejak usia dini.
“Ini bagian dari misi pendidikan kami. Bahwa berkurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi mengasah jiwa empati, mengajarkan siswa untuk rela berbagi. Bahkan anak-anak TK pun kita ajak menabung sejak awal, dan mereka sangat antusias,” ungkapnya.
Dari 167 kambing dan 15 sapi yang dikurbankan, sebanyak 82 kambing dan 2 sapi berasal dari hasil tabungan siswa. Sisanya merupakan titipan orang tua, guru, serta masyarakat yang menitipkan hewan kurban kepada panitia.
Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat sekitar lingkungan sekolah, khususnya wilayah BSD dan sekitarnya. Panitia juga membuka ruang bagi warga untuk mengajukan proposal penerima daging kurban, sebagai bentuk pelayanan sosial kepada lingkungan sekitar.
Kegiatan ini tak hanya meninggalkan jejak spiritual, tetapi juga memberikan pelajaran hidup yang membekas bagi para siswa: bahwa berkurban adalah tentang memberi, bukan sekadar memiliki. (Red/*)






































