Mediakawasan.co.id, BSD – Pneumonia atau yang sering dikenal sebagai paru-paru basah merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara (alveoli) di paru-paru. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, maupun lansia, dan dalam beberapa kasus dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Berikut paparan tentang Pneumonia oleh dr. Astri Indah Prameswari, Sp.P Dokter Spesialis Paru & Pernapasan Eka Hospital BSD.
Pneumonia: Penyebab dan Faktor Risiko
Pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang membuat alveoli dipenuhi cairan atau nanah, sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko pneumonia antara lain:
Perokok aktif
Konsumsi alkohol yang berlebihan
Usia rentan (balita usia 0-2 tahun dan lansia di atas 65 tahun)
Memiliki penyakit penyerta seperti stroke, diabetes, atau asma
Menjalani perawatan yang melemahkan sistem imun, seperti kemoterapi
Gejala Pneumonia
Gejala pneumonia bervariasi tergantung tingkat keparahan dan kondisi kesehatan penderitanya. Beberapa gejala umum yang sering muncul meliputi:
Batuk kering atau berdahak, kadang disertai darah
Nyeri dada dan kesulitan bernapas
Demam dan menggigil
Kelelahan dan lemas
Pada anak-anak, gejala bisa berupa kehilangan nafsu makan, muntah, atau badan lemas. Sementara pada lansia, pneumonia dapat mempengaruhi kesehatan mental dan menyebabkan suhu tubuh lebih rendah dari normal.
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk memastikan diagnosis pneumonia, dokter akan melakukan pemeriksaan seperti tes darah, rontgen dada, oksimetri, dan tes dahak.
Penanganan pneumonia bergantung pada penyebabnya:
Pneumonia akibat bakteri: Diberikan antibiotik dalam bentuk obat minum atau infus jika kondisi pasien cukup berat.
Pneumonia akibat virus: Diberikan obat antivirus dan umumnya bisa sembuh dalam beberapa hari hingga minggu.
Pneumonia akibat jamur: Diberikan obat antijamur, terutama pada pasien dengan sistem imun lemah.
Dalam kasus berat, pasien mungkin memerlukan perawatan tambahan seperti ventilator untuk membantu pernapasan.
Pencegahan Pneumonia
Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari rokok dan alkohol, serta mendapatkan vaksinasi seperti vaksin PCV, influenza, Hib, dan pneumokokus. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis vaksin yang sesuai dengan kebutuhan.
Pneumonia bukanlah penyakit yang bisa dianggap sepele. Jika mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari komplikasi yang lebih serius. (Red/rlls)







































