Mediakawasan.co.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek (KOJT) melaporkan bahwa kondisi industri jasa keuangan (IJK) di wilayah DKI Jakarta dan Banten per 31 November 2024 tetap stabil dengan kinerja yang positif. Stabilitas ini didukung oleh likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terkendali, mencerminkan pengelolaan keuangan yang baik dan meningkatnya kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan.
Pertumbuhan Positif di Pasar Modal
Aktivitas investor di pasar modal terus menunjukkan tren pertumbuhan. Jumlah investor di DKI Jakarta meningkat signifikan sebesar 73,81 persen secara tahunan (yoy) menjadi 2,60 juta Single Investor Identification (SID) pada November 2024. Di Banten, jumlah investor juga mengalami peningkatan sebesar 9,50 persen yoy dengan total 799,27 ribu SID.
Peningkatan jumlah investor ini diiringi dengan kenaikan nilai transaksi saham bulanan. Di DKI Jakarta, nilai transaksi saham mencapai Rp171,67 triliun, tumbuh tipis 0,003 persen yoy, sedangkan di Banten mengalami pertumbuhan lebih tinggi sebesar 14,11 persen yoy dengan total transaksi Rp16,89 triliun.
Kinerja Perbankan Tetap Stabil
Sektor perbankan di DKI Jakarta dan Banten menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam penyaluran kredit. Di Jakarta, kredit bank umum tumbuh 12,38 persen yoy menjadi Rp3.873,44 triliun, sementara kredit BPR dan BPRS meningkat 7,94 persen yoy menjadi Rp4,06 triliun. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 13,10 persen, 12,41 persen, dan 13,31 persen yoy.
Di Banten, kredit bank umum tumbuh 7,51 persen yoy menjadi Rp208,52 triliun, sementara kredit BPR dan BPRS meningkat 12,89 persen yoy menjadi Rp7,01 triliun. Meskipun kredit modal kerja di Banten mengalami kontraksi -8,57 persen yoy, kredit investasi dan konsumsi tetap tumbuh masing-masing 19,41 persen dan 13,18 persen yoy.
Dari sisi kualitas kredit, rasio NPL gross bank umum di Jakarta tercatat 1,79 persen, sementara di Banten sebesar 2,07 persen. Rasio NPL gross BPR dan BPRS di Jakarta mencapai 15,51 persen, sedangkan di Banten 10,76 persen.
Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan Fintech Lending Meningkat
Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) turut menunjukkan kinerja positif. Piutang pembiayaan di DKI Jakarta tumbuh 5,13 persen yoy menjadi Rp94,67 triliun, dengan NPF turun menjadi 3,53 persen. Di Banten, pertumbuhan piutang pembiayaan lebih tinggi, yakni 14,64 persen yoy menjadi Rp34,31 triliun, dengan NPF hanya 2,34 persen.
Di sektor fintech lending, outstanding pinjaman di Jakarta naik 2,83 persen yoy, sedangkan di Banten pertumbuhannya lebih signifikan, yakni 27,74 persen yoy. Namun, jumlah penerima pinjaman aktif di kedua wilayah mengalami penurunan, yaitu -14,87 persen di Jakarta dan -5,03 persen di Banten.
Tren Positif Buy Now Pay Later (BNPL)
Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) terus mengalami pertumbuhan pesat. Di Jakarta, jumlah debitur BNPL dari sektor perbankan naik 29,64 persen yoy menjadi 2,43 juta entitas, sementara di Banten meningkat 46,19 persen yoy menjadi 1,53 juta entitas. Dari sektor non-bank, jumlah debitur di Jakarta naik 23,19 persen yoy, sedangkan di Banten tumbuh 37,11 persen yoy.
Dari sisi baki debet, BNPL perbankan di Jakarta tumbuh 32,99 persen yoy menjadi Rp3,34 triliun, sementara di Banten meningkat 48 persen yoy menjadi Rp1,79 triliun. Namun, risiko kredit BNPL dari perbankan juga meningkat di Jakarta (5,54 persen) dan Banten (4,69 persen), sementara di sektor non-bank risiko kredit justru mengalami penurunan.
Edukasi dan Perlindungan Konsumen
KOJT terus aktif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hingga Triwulan IV 2024, KOJT telah menyelenggarakan 50 kegiatan edukasi keuangan, termasuk di DKI Jakarta, Banten, dan wilayah lainnya. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka maupun daring, termasuk melalui podcast edukasi keuangan.
Selain itu, layanan pengaduan konsumen terus diperkuat dengan berbagai saluran, termasuk telepon 157, WhatsApp 081-157-157-157, dan email konsumen@ojk.go.id. KOJT juga meluncurkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) yang dapat diakses melalui www.kontak157.ojk.go.id.
Meningkatkan Akses Keuangan melalui TPAKD
KOJT bekerja sama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk meningkatkan inklusi keuangan di DKI Jakarta dan Banten. Program yang dijalankan mencakup Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), pemberdayaan UMKM, pengembangan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI), dan inisiatif Green Economy.
OJK terus mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan modus penipuan lainnya. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek legalitas entitas keuangan sebelum melakukan transaksi.
Dengan kondisi perbankan yang kokoh, likuiditas yang memadai, serta penerapan manajemen risiko yang baik, OJK optimis bahwa sektor jasa keuangan di DKI Jakarta dan Banten akan terus tumbuh dan berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional. (Red/rlls)











































