Mediakawasan.co.id, Ciputat – Dalam wawancara eksklusif, Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan rencana strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan kebersihan lingkungan pada tahun 2025.
Fokus utama kebijakan ini adalah optimalisasi penggunaan dana kelurahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Benyamin, alokasi dana kelurahan yang sebelumnya lebih banyak digunakan untuk pelatihan pemberdayaan masyarakat kini akan dialihkan.
“Dana kelurahan akan dimanfaatkan untuk kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan. Para peserta akan diberi upah sebagai bentuk penghargaan sekaligus untuk mendongkrak daya beli mereka,” ujarnya.
Dana kelurahan yang dianggarkan sebesar Rp600 juta per kelurahan akan dibagi sesuai kebutuhan.
Sebagian dana akan dialokasikan untuk pembelian barang modal, seperti mesin potong rumput, sementara sisanya digunakan untuk upah peserta gotong royong.
“Proporsi pembagiannya bisa 60-40 persen atau 35-65 persen, tergantung kebutuhan di masing-masing kelurahan. Jadwal gotong royong akan ditentukan oleh Lurah, baik pada minggu pertama atau kedua setiap bulannya,” jelas Benyamin.
Program ini diharapkan menghasilkan dua dampak positif sekaligus: meningkatnya daya beli masyarakat melalui pemberian upah, serta lingkungan yang lebih bersih dan terawat.
Selain inovasi dalam penggunaan dana kelurahan, Benyamin menegaskan pentingnya perbaikan administrasi, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban.
Ia berharap penataan ini dapat menciptakan tata kelola keuangan yang lebih baik dan transparan.
Terkait isu sampah, Benyamin menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil ekspos dari panitia pelelangan.
“Masalah sampah ini tetap menjadi prioritas, dan kami berharap ada solusi konkret setelah proses lelang selesai,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Benyamin optimis bahwa kebijakan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tangerang Selatan.
“Melalui gotong royong yang produktif, kami tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi,” pungkasnya.
Langkah inovatif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengoptimalkan dana publik untuk kesejahteraan masyarakat.
Program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat kecil ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan dana kelurahan. (Red/*)








































