Mediakawasan.co.id, Jakarta – Ablasi jantung menjadi pilihan pengobatan untuk penderita aritmia atau gangguan irama jantung yang disebut sebagai fibrilasi atrium atau atrial fibrilasi (AF). Aritmia sendiri merupakan gangguan pada impuls listrik yang memiliki tugas mengatur detak jantung akibatnya jantung berdetak terlalu cepat, lambat atau tidak beraturan.
Kepada rekan media, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA, FAsCC, FEHRA, Electrophysiologist sekaligus Chairman of the Arrhytmia Center Siloam Hospitals TB Simatupang, dengan gamblang menjelaskan tentang tindakan ablasi jantung.
“Tindakan medis ablasi jantung adalah prosedur memperbaiki aritmia yang dilakukan dengan cara membuat jaringan parut di jantung untuk memblokir sinyal listrik yang tidak teratur dan mengembalikan detak jantung menjadi normal. Dengan ablasi pasien AF bisa terhindar dari risiko stroke,” ujar Prof. Yoga, Selasa (24/9/2024).
Dia juga menjelaskan, Ablasi jantung dilakukan dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah tanpa operasi agar lebih mudah dan cepat pemulihannya.
“Ada dua metode untuk melakukan ablasi jantung, yakni: Ablasi frekuensi radio menggunakan energi panas untuk menghilangkan jaringan yang menyebabkan aritmia. Dan, Cryoablation dengan menggunakan suhu yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan penyebab aritmia,” imbuhnya.
Prof Yoga mengingatkan siapapun berisiko terkena terkena AF. Namun risiko terbesar adalah mereka yang memiliki riwayat hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan factor genetic alias garis keturunan.
Risiko AF juga akan meningkat seiring bertambahnya usia. AF bisa meningkatkan risiko kematian 1,5-3,5 kali lipat dan meningkatkan risiko terjadinya stroke hingga lima kali lipat.
Saat ini diperkirakan ada 7 juta penduduk Indonesia yang mengalami gangguan AF. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat selama gaya hidup masyarakat kurang sehat, obesitas, merokok, kurang gerak dan factor pemicu lainnya.
Siloam Hospitals TB Simatupang sendiri telah mengadopsi metode ablasi jantung untuk penanganan pasien AF khususnya metode cryoablation. Metode yang dilakukan secara minimal invasive ini merupakan terobosan baru dalam merawat dan menangani pasien penderita AF. (red/*)






































