Mediakawasan.co.id, SERPONG – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa penerima program bedah rumah harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Tangsel dan tanah yang dimiliki bukan sewaan. Hal ini disampaikan saat peresmian 80 rumah layak huni di Kecamatan Serpong, Selasa (16/07/2024).
“80 unit yang dibangun semuanya untuk keluarga pra-sejahtera melalui mekanisme musrenbang, RT, RW, dan seterusnya. Persyaratannya KTP Tangsel dan tanah milik sendiri, bukan milik orang lain,” ucapnya.
Sebanyak 80 unit rumah yang dibedah di Kecamatan Serpong melengkapi total 510 unit rumah yang dibedah sepanjang tahun 2024 di Tangsel. “Alhamdulillah, 510 unit tahun ini se-Tangerang Selatan. Tahun depan akan kita lanjutkan,” lanjut Benyamin.

Indeks pembangunan tiap rumah mencapai 71 juta rupiah, meliputi pembangunan dari pondasi hingga atap. Rumah ini terdiri dari ruang keluarga, selasar, dua kamar, kamar mandi, listrik, air, dan rangka baja yang tahan lama.
Secara rinci, program bedah rumah ini mencakup 7 kecamatan: Serpong (80 unit), Serpong Utara (70 unit), Setu (68 unit), Pondok Aren (94 unit), Pamulang (65 unit), Ciputat (68 unit), dan Ciputat Timur (65 unit).
Terpisah , ibu Sanisah, warga Kecamatan Serpong, merasa bersyukur dan bahagia atas program bedah rumah dari Pemkot Tangsel. Ucapannya disampaikan di hadapan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat peresmian bedah rumah.

“Terima kasih kepada Bapak Pilar. Melihat senyumnya Bapak Pilar, hati saya deg-degan,” ucapnya yang disambut gelak tawa masyarakat.
Ia menjelaskan kondisi rumahnya sebelum dibedah sangat memprihatinkan dengan kerusakan mencapai 70 persen dan tidak layak huni. “Saya sangat bangga mendapatkan rumah layak huni ini,” ungkapnya.
Pilar Saga Ichsan merasa bahagia melihat keceriaan warga penerima program bedah rumah dan berkomitmen melanjutkan program ini karena manfaatnya sangat terasa di masyarakat.
“Selain pembangunan jalan, drainase, penerangan jalan, ekonomi, dan kesehatan, pembangunan rumah layak huni adalah prioritas kami,” tegasnya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah sosial ekonomi masyarakat.

“Ini dari masyarakat Tangsel untuk masyarakat Tangsel. Insya Allah keberkahan pembangunan rumah layak huni menjadi berkah untuk semua,” ujarnya.
Pilar berharap berbagai pembangunan ini dapat membawa Tangerang Selatan semakin maju, modern, agamis, dan berkembang. “Dan tentunya SDM-nya semakin maju. Insya Allah nanti kita bisa lihat semua progres kemajuan pembangunan di Tangsel, khususnya di Serpong,” tutupnya. (Adv)








































