Mediakawasan.co.id, SERPONG — Sejumlah warga Tangsel menjadi korban penipuan oknum broker di Jl. Raya Siliwangi, Kelurahan Benda Baru, Pamulang. Karena hal tersebut, para korban bersama Kuasa Hukumnya melaporkan ke Polres Tangsel.
Kuasa Hukum Boy Sulimas menyampaikan, pihaknya bersama para korban telah melakukan pelaporan atas dugaan penipuan dan penggelapan oleh terduga salah satu usaha broker di Pamulang. Sebab, broker tersebut sudah menerima uang korban namun tidak merealisasikan rumah yang dia janjikan itu.
“Ulasan di media sosialnya dia (broker) sudah banyak korba penipuan sebenarnya. Total korban yang sudah mengadu ke saya ada 8, yang sudah kasih kuasa ada 3,” katanya di usai Pelaporan di Mapolres Tangsel, Serpong, Senin (01/07/2024).
Boy mengatakan, adapun total nilai kerugian para korban hampir Rp 670 juta. Setiap korban berbeda nominalnya, ada yang Rp 200 juta, Rp 100 juta dan Rp 70 juta.
“Mereka (korban) ini niat pengen beli rumah tapi ditipu, rumah tidak dapat, uang tidak kembali. Mereka (broker) lari dari tanggung jawab,” lanjutnya.
Boy menuturkan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan somasi. Dalam somasi itu, broker mengatakan akan mengembalikan uang para korban tetapi sampai saat ini belum juga terealisasi.
“Kapan menggembalikannya sudah bertahun tahun korban menunggu realisasi dan janjinya. Ada yang dari 2022, adadi 2021 rata rata di tahun itu. Tolong ditindak broker-broker nakal,” ucapnya.
Akibat kejadian itu, Boy pun mengimbau kepada masyarakat yang akan membeli rumah untuk berhati-hati terhadap broker. Sebab, penipuan tersebut bisa menjadi contoh.
“Hati-hati dengan perbuatan broker ini. Karena banyak yang terkena tipu. Rumah yang ditawarkan ada yang besar ada yang second. Ini perbuatan pidana. Tipu murni. Laporanya penipuan dan atau penggelepan Pasal 378 dan atau 372 KUHP,” tambahnya.
Sementara itu, Salah satu korban penipuan, Nindi (28) mengungkapkan, awalnya dia berniat membeli rumah melalui lapak jual beli online, di wilayah Villa Dago Tol, Tangsel. Namun setelah membayar uang muka, lama-lama pihak broker menghilang.
“Saya pernah datangi kantornya dan yang ada hanya office boy dan karyawan lain, kita enggak bisa komunikasi. Saya sudah DP untuk rumah Rp 200 juta, tapi saya enggak dapat rumahnya. Setelah bayar DP kan saya lihat rumahnya dan enggak tahunya rumah tersebut sudah ditempati orang lain. Uang saya hilang. Dia (broker) sempat hilang-hilangan, dan sekarang sudah tidak ada komunikasi,” ungkapnya. (Red/*)











































