Mediakawasan.co.id, Jakarta- Memiliki keturunan adalah harapan kebahagiaan bagi setiap pasangan suami istri. Jika ingin memiliki keturunan, fertilitas atau kesuburan merupakan faktor penting yang wajib diperhatikan. Fertilitas atau kesuburan didefinisikan sebagai kemampuan suami ataupun istri untuk bereproduksi atau menghasilkan keturunan.
Pada Hari Kesehatan Nasional 2023, SamMarie Healthcare Group mengadakan serangkaian acara yaitu SamMarie Innovation and Learning Update (SMile), yakni Seminar Kesehatan dengan Topik yang sangat menarik yaitu Generasi Bermutu dan Benih Bermutu.
Seminar ini menargetkan millenial couple atau pasangan muda atau pasangan yang sudah menikah lama dan masih menanti hadirnya keturunan, agar dapat mempersiapkan kesehatannya sebelum kehamilan.
Acara yang digelar di Auditorium 3 CGV Grand Indonesia, pada Sabtu, 12 Oktober 2023, dihadiri oleh 70 pasang pasutri, dan wanita muda belum menikah namun concern terhadap kesehatan reproduksinya.
Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. dr. Zulkifli Jacoeb, Sp.OG K.FER, yang menganalogikan reproduksi layaknya bercocok tanam.
“Rahim wanita adalah kebunnya, benihnya adalah sperma dan ovum. Untuk menghasilkan generasi keturunan yang baik, sehat dan bermutu, tidak hanya kebunnya saja yang harus subur. benih dari orangtuanya pun harus baik,” papar Prof. Zulkifli Jacoeb, dokter spesialis kebidanan dan kandungan SamMarie.
Lanjutnya, “Kualitas benih ini banyak sekali faktor yang mempengaruhi. Di antaranya adalah, lifestyle modern seperti makan-makanan cepat saji, junkfood, merokok, merupakan faktor-faktor yang dapat membuat kualitas benih menurun. Selain itu, bertambahnya usia juga menjadi penyebab sel telur ovum secara kuantitas dan kualitas menurun.”
Narasumber lain, dr Luthfi Hardianto, Ph.D, Sp.And, juga menjelaskan bahwa, selain wanita yang perlu mempersiapkan rahim dan sel telurnya, para suami juga harus memeriksakan kualitas spermanya.
“Faktor-faktor yang menyebabkan infertilias itu tidak hanya di sisi wanita, pria juga memiliki potensi infertilitas,” ujar dr Luthfi Hardianto.
Untuk itu dia menyarankan, apabila dalam 6 bulan pertama, pasutri belum juga ada tanda kehamilan, sebaiknya periksakan. Agar bisa dievaluasi dan diintervensi segera.
“Tidak selalu kondisi infertilitas itu akan berujung pada bayi tabung. Banyak sekali pasutri yang setelah kita atur dengan program yang sesuai, dapat hamil alami,” jelas dr Luthfi Hardianto.
Dia juga menjelaskan bahwa kualitas sperma juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Selain lifestyle, olahraga tertentu juga dapat menurunkan kualitas sperma.
Dia juga menegaskan bahwa promil itu fokusnya semata-mata tidak hanya untuk mendapatkan kehamilan, tapi juga mempersiapkan diri calon ayah dan calon ibu secara fisik dan mental untuk menghadapi kehamilan, sehingga calon ibu dapat mengalami kehamilan yang sehat.
Selain mengedukasi, pada event ini juga SamMarie mengeluarkan paket fertility check up yang terjangkau, mulai dari Rp 1.499.000 meliputi pemeriksaan kondisi organ reproduksi wanita dan analisa sperma.
Tentang SamMarie Healthcare Group (SMHG)
SamMarie Healthcare Group (SMHG) pertama kali dirintis oleh Yayasan SamMarie Binafiat tanggal 25 April 1998. Gagasan utamanya adalah karena melihat banyaknya pasutri yang secara medis dinyatakan sehat tetapi sukar memiliki keturunan. Hal ini menggerakkan Yayasan tersebut untuk mendirikan sebuah klinik yang mempunyai ciri dan kekhasan (spesifikasi) khusus di bidang kesehatan reproduksi agar dapat membantu para pasutri tersebut memperoleh keturunan.
Pada tahun 2001 cakupannya diperluas dan namanya disesuaikan menjadi “Klinik Fertilitas dan Menoandropause SamMarie”. Upaya ini dilakukan untuk mengancang (antisipasi) perkembangan dan kebutuhan masyarakat, sehingga Klinik SamMarie tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan reproduksi, melainkan juga memelihara kesehatan seluruh keluarga. Ini mencakup persiapan kesehatan untuk membentuk sebuah keluarga, kesehatan masing-masing anggota keluarga (anak, ibu, bapak) hingga kesehatan pada hari tua.
Seiring dengan berjalannya waktu, tingkat kebutuhan dokter dan keinginan pasien yang meminta agar ada layanan di bawah satu atap (one stop service), maka mulai tahun 2004 dirintis upaya agar kegiatan layanan dapat ditingkatkan menjadi Klinik Invasif. Di dalam klinik invasif ini dapat dilakukan tindakan pembedahan dan merawat pasien pascabedah dan pasien rawat nir-bedah.
Saat ini RS SamMarie memiliki 2 cabang yaitu di Jalan Wijaya 1 No. 45, Petogogan, Jakarta Selatan dan di Jl. Basuki Rahmat No. 31, Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Red/*)












































