Mediakawasan.co.id, Saat ini ada dua metode yang digunakan untuk melaksanakan operasi jantung, yakni metode operasi jantung terbuka dan operasi jantung dengan metode minimal invasif.
Metode operasi jantung terbuka merupakan pendekatan tradisional, di mana dokter bedah akan membuat sayatan panjang vertikal pada dada. Kemudian, dokter akan membuka rusuk untuk mendapatkan akses ke jantung. Sedangkan pada metode bedah minimal invasif dokter hanya menggunakan sayatan kecil untuk menyisipkan alat bedah khusus.
Minimal invasif pada kasus bedah jantung adalah operasi dengan rendah risiko, seperti nyeri, bekas luka parut, infeksi, dan perdarahan berlebih. Namun penting untuk diketahui bahwa operasi jantung minimal invasif tidak dapat dilakukan. Salah satu contohnya adalah pada prosedur transplantasi jantung. Prosedur ini membutuhkan sayatan besar untuk mengangkat dan mengganti jantung yang sakit.
Dokter biasanya mengevaluasi apakah pasien dapat menjalani operasi jantung minimal invasif atau tidak. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan operasi jantung minimal invasif adalah pilihan terbaik bagi pasien. Jika bukan, maka dokter akan memilih operasi jantung terbuka.
Hadir pada seminar kardiologi yang digelar Siloam Hospotals sebagai peringatan Hari Kesehatan Nasional pekan lalu, dokter spesialis jantung Rumah Sakit Jantung Diagram (Siloam Hospitals Cinere) , dr. Heston G.B. Napitupulu SpBTKV (K)., menjelaskan tentang operasi jantung dengan metode minimal invasif, adalah sebagai berikut:
“Umumnya dapat dilakukan pada kondisi: 1. Perbaikan atau penggantian katup jantung – Operasi jantung minimal invasif dilakukan bila salah satu katup telah menyempit atau mengeras.
2. Perbaikan lubang di jantung – Beberapa orang memiliki lubang di antara kedua bilik jantung mereka. Ada juga yang memiliki lubang di antara atrium kiri dan kanan mereka. Kedua kondisi tersebut memengaruhi aliran darah di jantung. Keduanya diobati dengan menutup lubang menggunakan patch.
3. Operasi bypass arteri koroner (CABG) – Operasi jantung minimal invasif dapar digunakan pada pasien dengan arteri yang tersumbat. Operasi ini dilakukan untuk mengembalikan aliran darah normal ke otot jantung. Dengan vena sehat yang dicangkokkan dari bagian tubuh yang lain dan kemudian dihubungkan ke arteri yang tersumbat. Operasi ini memberi darah rute lain untuk sampai ke otot jantung. Sehingga, mengurangi risiko gagal jantung dan serangan jantung.
Tatalaksana Operasi Jantung dengan metode Menimal Invasif
Menurut dr. Heston, sebelum prosedur dipilih dan dilaksanakan, pasien perlu menjalani tes darah dan urin serta rontgen dada. Ketiganya memberikan informasi kepada dokter bedah status terkini dari jantung dan kesehatan pasien.
“Pasien akan dicek kondisinya, termasuk kondisi gigi, karena infeksi gigi adalah salah satu penyebab sakit pada jantung,” ucap dr. Heston.
“Setelah itu, pasien akan dihubungkan ke monitor EKG. Mereka juga diberi anestesi yang membuat pasien tertidur selama operasi. sehingga tidak akan merasakan sakit. Pasien juga akan dihubungkan dengan sejumlah tabung. Ada tabung yang terhubung ke respirator untuk membantu pasien bernapas. Ada juga digunakan untuk mencegah udara dan cairan mengumpul di perut. Ini membantu memastikan, pasien tidak akan merasa sakit dan kembung, saat terbangun. Tabung tipis juga dimasukkan ke dalam kandung kemih. Ini mengumpulkan urin selama operasi,” papar dr. Heston.
Setelah memastikan semua baik, dokter bedah akan memulai dengan membuat sejumlah sayatan kecil di dada. Dokter bisa menggunakan alat yang disebut thoracoscope dalam bedah torakskoskopik. Alat ini adalah tabung panjang dengan yang terpasang di ujungnya. Kamera bertugas mengambil gambar area bedah. Gambar kemudian diproyeksikan ke monitor di ruang operasi.
“Dengan cara itu dokter bisa melihat jantung dengan jelas. Kemudian, alat bedah kecil disisipkan melalui sayatan lainnya. Dokter bedah akan menggunakan alat tersebut untuk melakukan perbaikan yang diperlukan,” kata dr. Heston.
“Dokter bedah juga bisa menggunakan lengan robot dalam bedah jantung berbantu robot. Dokter akan mengendalikan lengan robot menggunakan konsol komputer. Manfaat utama dari metode ini adalah memungkinkan ahli bedah melakukan operasi dengan lebih presisi dan terkontrol,” jelas dr. Heston.
“Pasca operasi, pasien akan tetap terhubung ke mesin yang memantau fungsi jantungnya. Pasien juga akan diberikan obat, nutrisi, dan cairan melalui jalur intravena, diberikan oksigen untuk membantu mereka bernapas dengan benar, dan setelah iti baru pasien bisa dipindahkan ke unit perawatan intensif di mana mereka akan menerima perawatan yang dibutuhkan,” tutup dr. Heston. (red/*)





































