MKD.co.id, SERPONG -Kafilah Kota Tangerang Selatan kembali tampil dalam pagelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XIV tingkat Provinsi Banten di Serang.
Kafilah Kota Tangsel sendiri memiliki modal yang cukup besar sebagai juara umum tujuh kali. Kepercayaan diri dari Kafilah menjadi kunci mempertahankan gelar juara umum bertahan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangsel Dedi Mahfudin berpesan
Kafilah Kota Tangsel tampil dengan penuh ketenangan dan kesabaran. “Jangan pernah ada beban sedkitpun. Fokus sebagaimana diajarkan guru-guru pada pembinaan kemarin. Sehingga InsyAallah hasilnya pun baik,” ujar Dedi saat melepas Kafilah Kota Tangsel menghadapi MTQ XIV 2021, di Puspemkot Tangsel, Selasa (7/12)
Menurut Dedi, Kafilah Kota Tangsel harus percaya diri dan meyakini bahwa kemenangan adalah milik mereka, oleh sebab itu saat pagelaran MTQ, Kafilah Kota Tangsel harus benar-benar berjuang mempertahankan gelar dan memenangkan perlombaan.
“Kita semua harus bekerja keras. Bagaimana kita bisa mewujudkan amanah pak Walikota agar tahun ini Kota Tangsel kembali juara umum. Kalau beliau sudah perhatikan kita dan dukung kita, maka kita harus berikan hadiah bagi beliau berupa juara umum di event nanti,” ujar Dedi.
Dedi berkeyakinan bahwa pagelaran MTQ tahun ini, Kafilah Kota Tangsel akan kembali mempertahankan gelar juaranya dan dapat meraih juara umum untuk ke-8 kalinya. Menurut Dedi, menjadi juara umum ke 8 kali bukanlah sekedar angan-angan, sebab pihaknya melihat adanya kesiapan yang matang dari Kafilah Kota Tangsel.
“Indikatornya jelas pmbinaan, disiplin dan ketika berangkat kita bawa tenaga ahli, dan yang paling utama adalah doa dari seluruh masyarakat Kota Tangsel,” ujar Dedi.
Ditempat yang sama Walikota Tangsel Benyamin Davnie berharap Kafilah Kota Tangsel tampil baik dengan tidak mengukur dan memikirkan kemampuan lawan, sehingga membuat rasa percaya diri menurun. “Saya ulangi lagi, tampil baik sebaik baiknya keluarkan kemampuan yang kita miliki. Karena kalau kita tampil grogi karena membandingkan kemampuan kita dengan lawan, maka kita akan kalah. Jadi rileks saja,” ujarnya.
Walikota menceritakan bahwa pada pagelaran piala dunia sepakbola tahun 70-an, dipertemukan juara dunia Perancis melawan salah satu negara di Afrika. Pada saat itu semua pihak memprediksi Perancis akan memenangi pertandingan dengan mudah.
“Tapi pelatihnya mengatakan, jangan mikirin Perancis juara dunia, cukup tampil baik keluarkan seluruh kemampuan yang ada. Akhirnya negara Afrika itu mengalahkan Perancis sebagai juara dunia,” ujarnya. (RED/FULL)











































