Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Transformasi digital di dunia pendidikan mendorong pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) sebagai bagian penting dalam proses belajar mengajar. Hal ini menjadi fokus penelitian yang dilakukan dosen Universitas Pamulang (Unpam), Ruli Hardi bersama tim, yang mengkaji implementasi pembelajaran berbasis ICT pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan.
Penelitian tersebut bertujuan menganalisis bagaimana teknologi diintegrasikan dalam pembelajaran serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas proses belajar dengan menggunakan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition (SAMR).
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian melibatkan guru PPKn, peserta didik, dan pihak sekolah sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ICT telah diterapkan secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembelajaran. Guru memanfaatkan berbagai platform digital seperti Learning Management System (LMS), Google Classroom, PowerPoint interaktif, video pembelajaran, Google Forms, Quizizz, dan Kahoot untuk mendukung kegiatan belajar di kelas.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian materi, mempermudah proses evaluasi, serta mendorong partisipasi aktif peserta didik. Selain itu, penggunaan media digital juga membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital yang menjadi kompetensi penting di era abad ke-21.
Berdasarkan analisis menggunakan kerangka TPACK, guru dinilai telah mampu mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran secara cukup baik. Sementara itu, berdasarkan model SAMR, implementasi ICT telah mencapai tingkat Modification, di mana teknologi tidak hanya menggantikan metode konvensional, tetapi juga mengubah aktivitas pembelajaran menjadi lebih interaktif dan kolaboratif melalui diskusi daring, evaluasi digital, serta pemanfaatan sumber belajar berbasis internet.
Meski demikian, penelitian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi, antara lain perbedaan tingkat literasi digital peserta didik, keterbatasan inovasi media pembelajaran, serta perlunya peningkatan kompetensi pedagogik digital guru agar pemanfaatan teknologi dapat lebih optimal.
Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi ICT sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, dukungan infrastruktur sekolah, kebijakan yang mendukung transformasi digital, serta desain pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penguatan pembelajaran berbasis proyek digital dan peningkatan kompetensi guru menjadi rekomendasi utama untuk mendorong pembelajaran PPKn yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
Penelitian ini merupakan kontribusi akademik Universitas Pamulang dalam mendukung transformasi pendidikan nasional sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran digital yang selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka dan pengembangan kompetensi abad ke-21. (Red/*)













































