Mediakawasan.co.id, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, tertib, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Wali Kota Benyamin Davnie mengatakan, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus diperkuat mulai dari pengawasan kesehatan hewan kurban, kebersihan lingkungan, ketertiban lapak penjualan, hingga pengelolaan sampah pasca penyembelihan.
“Tentu, kita terus melakukan berbagai persiapan menjelang Hari Raya Iduladha agar pelaksanaannya berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar bagi masyarakat. Saya sudah tekankan untuk koordinasi lintas OPD, mulai dari pengawasan hewan kurban, kebersihan lingkungan, ketertiban lapak penjualan hewan, hingga kesiapan distribusi dan pengelolaan sampah pasca penyembelihan,” ujar Benyamin, Rabu (20/5).
Menurut Benyamin, Pemerintah Kota Tangsel juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama momentum Iduladha. Ia berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang sekaligus tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan kondusif,” katanya.
Benyamin juga mengimbau masyarakat serta panitia kurban untuk mulai mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban dengan beralih menggunakan wadah ramah lingkungan.
“Mari bersama-sama menjaga suasana Iduladha tetap aman, nyaman, damai, dan penuh kebahagiaan,” tambahnya.

Dalam rangka memastikan kesehatan hewan kurban, Benyamin mengaku telah menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Tangsel melakukan pemeriksaan secara intensif di berbagai titik penjualan maupun lokasi pemotongan hewan kurban.
“Saya sudah perintahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban secara intensif di berbagai titik penjualan maupun lokasi pemotongan hewan kurban,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengawasan dilakukan guna memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, cukup umur, memenuhi syarat syariat, dan bebas dari penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Sementara itu, DKPPP Tangsel mencatat hingga Minggu (17/5), terdapat 53 lapak penjualan hewan kurban dengan total 4.889 ekor hewan yang telah terdata di tujuh kecamatan.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.202 ekor sapi, dua ekor kerbau, 2.863 kambing, dan 822 domba. Kecamatan Pamulang menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak mencapai 2.153 ekor, disusul Serpong sebanyak 869 ekor dan Pondok Aren 697 ekor.
Kepala UPT Puskeswan DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar mengatakan, proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan hewan masih terus berjalan dengan melibatkan 54 kader kelurahan bersama dokter hewan.
“Pendataan hewan kurban dilakukan oleh Bidang Pertanian dan Peternakan DKPPP dengan melibatkan 54 kader kelurahan. Saat ini prosesnya sudah berjalan,” ujar Pipit.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan langsung ke lapak penjualan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus memeriksa kelengkapan administrasi, termasuk Sertifikat Veteriner (SV) dari daerah asal.
“Pertama dilihat dari perilakunya, apakah aktif atau lesu. Hewan sehat biasanya aktif dan tidak terus-menerus tiduran,” jelasnya.
Selain perilaku, petugas juga memeriksa kondisi fisik hewan mulai dari bulu, mata, hidung, mulut, telinga hingga bagian anus untuk memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit.
“Secara keseluruhan juga dicek apakah hewan pincang, terlalu kurus, atau justru terlalu gemuk,” tambahnya.
Pipit menuturkan, lapak yang telah selesai didata akan dipasangi stiker sebagai tanda telah terdaftar. Sedangkan lapak yang hewannya dinyatakan sehat akan mendapatkan stiker khusus dari petugas.
Selain pemeriksaan kesehatan, DKPPP juga memberikan edukasi kepada pedagang dan panitia kurban terkait tata cara penanganan hewan dan proses penyembelihan yang higienis guna meminimalkan risiko penyebaran penyakit hewan di tengah masyarakat. (Adv)








































