Mediakawasan.co.id, Jakarta – PT Siloam International Hospitals Tbk (“Siloam”) menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 dengan memperoleh persetujuan penuh dari seluruh pemegang saham atas seluruh agenda rapat. Dalam kesempatan tersebut, Perseroan juga memaparkan kinerja keuangan dan operasional sepanjang 2025 yang menjadi pijakan strategi diferensiasi arketipe perusahaan ke depan.
Siloam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi, inovatif, dan berorientasi pada kepedulian pasien di seluruh Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui implementasi inisiatif strategis Next Gen Siloam (NGS), sebuah transformasi menyeluruh yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.
Sebagai salah satu pelopor layanan kesehatan bertaraf internasional di Indonesia, Siloam terus mendorong pengurangan kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri melalui investasi berkelanjutan pada keunggulan klinis, prosedur medis modern, serta teknologi dan peralatan kesehatan terkini.
Tahun buku 2025 menjadi momentum penting bagi Perseroan dalam menerapkan arketipe operasional yang lebih terfokus. Strategi ini memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh jaringan rumah sakit Siloam.
Dalam implementasinya, Network Premium difokuskan pada penguatan layanan klinis melalui kolaborasi dengan rumah sakit kelas dunia, peningkatan pengalaman pasien, serta investasi berkelanjutan pada teknologi medis canggih. Sementara itu, Network Value Seeker diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan melalui efisiensi operasional dan peningkatan jangkauan layanan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui berbagai inisiatif strategis tersebut, Siloam mencatatkan total pendapatan sebesar Rp12,8 triliun pada tahun buku 2025 atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Perseroan juga membukukan EBITDA sebesar Rp2,8 triliun atau meningkat 18,3 persen YoY, serta laba bersih sebesar Rp1,1 triliun atau naik 22,5 persen YoY, di tengah kondisi transisi bisnis dan tekanan eksternal yang memengaruhi kinerja perusahaan.
Sebagai bagian dari ekspansi dan penguatan layanan kesehatan, Siloam juga telah memulai operasional Siloam Hospitals Surabaya melalui Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC). Kehadiran fasilitas ini diharapkan memperkuat akses layanan kesehatan canggih bagi masyarakat Jawa Timur.
Selain itu, Perseroan melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar, bersamaan dengan pengenalan teknologi medis mutakhir, termasuk sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara untuk mendukung layanan precision oncology.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui keputusan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Seluruh laba bersih Perseroan akan dicatat sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis ke depan.
Presiden Direktur Siloam, David Utama, mengatakan pihaknya optimistis strategi diferensiasi arketipe akan memperkuat transformasi perusahaan secara menyeluruh.
Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh network kami. Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar David.
juga menetapkan susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Untuk jajaran Direksi, David Utama kembali menjabat sebagai Presiden Direktur bersama Atiff Ibrahim Gill, Benny Haryanto Djie, Gabriele Isacco Tironi, Phua Meng Kuan (Daniel Phua), Richard Kidarsa, dan Surya Tatang sebagai Direktur.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris terdiri dari Yasonna H. Laoly sebagai Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen, Andy Nugroho Purwohardono, Sigit Prasetya, James Tobias Hall, serta Bambang Soesatyo sebagai Komisaris Independen. (Red/*)











































