Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Gramedia menyelenggarakan festival literasi anak sebagai upaya memperkuat budaya membaca sejak usia dini di tengah tantangan perkembangan teknologi digital. Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang interaktif, sekaligus mendorong keterlibatan aktif anak dan orang tua.
Perwakilan Gramedia Noni Mira Vice GM Penerbit Gramedia menyampaikan bahwa komitmen terhadap literasi anak telah dilakukan sejak lama melalui penyediaan berbagai buku bacaan anak. Namun, festival ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dan menyenangkan.
“Festival ini bertujuan mengubah persepsi bahwa membaca dan menulis bukanlah aktivitas yang membebani, melainkan kegiatan yang dapat dinikmati,” ujar perwakilan Gramedia dalam keterangannya.
Festival literasi ini menghadirkan beragam aktivitas edukatif, antara lain area membaca dengan pendampingan pendongeng, ruang menulis dan menggambar, serta wahana edukasi seperti planetarium. Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, pertunjukan di panggung utama, serta bazar buku yang menyediakan akses bacaan dengan harga terjangkau.
Penulis buku anak, Rizal, menilai kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam memperkaya pengalaman literasi anak. Ia menekankan bahwa interaksi anak dengan buku tidak hanya terbatas pada kegiatan membaca, tetapi juga melibatkan proses diskusi, eksplorasi, dan ekspresi.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih luas dalam memahami dan mengapresiasi cerita,” ujarnya.
Di sisi lain, tantangan literasi di Indonesia masih menjadi perhatian. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA), kualitas literasi siswa Indonesia masih memerlukan peningkatan meskipun partisipasi pendidikan menunjukkan tren yang membaik.
Dalam konteks tersebut, peran orang tua dinilai krusial dalam menumbuhkan minat baca anak. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai pendamping, tetapi juga sebagai fasilitator yang mengenalkan berbagai bentuk literasi sejak dini, termasuk melalui aktivitas membaca bersama, bercerita, hingga kegiatan kreatif seperti menggambar dan menulis.
Gramedia juga menegaskan bahwa festival ini mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penulis, komunitas literasi, dan media, guna memperluas jangkauan serta dampak kegiatan.
Ke depan, festival literasi anak ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Melalui pendekatan yang integratif dan berbasis pengalaman, kegiatan ini diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun generasi yang memiliki kemampuan literasi yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Red/*)











































