Mediakawasan.co.id, Bali – GWK Cultural Park kembali menggelar Festival Ogoh-Ogoh 2026 yang berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan generasi muda Bali. Festival tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi ini sukses menjadi wadah ekspresi seni, spiritualitas, sekaligus kebersamaan masyarakat.
Ogoh-ogoh sendiri merupakan karya seni sakral yang hanya hadir setahun sekali menjelang Nyepi. Lebih dari sekadar patung, ogoh-ogoh merepresentasikan simbolisasi energi negatif yang akan dinetralisir, sekaligus mencerminkan kreativitas dan identitas budaya masyarakat Bali.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-6 Festival Ogoh-Ogoh di GWK. Sebanyak 15 banjar dari Kecamatan Kuta Selatan turut ambil bagian setelah melalui proses kurasi dari total 33 pendaftar. Rangkaian acara dimulai pukul 16.00 WITA dengan parade ogoh-ogoh di area Festival Park, lalu dilanjutkan dengan perlombaan di kawasan Mandalaloka.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Rossie Andriani, menyampaikan bahwa festival tahun ini menunjukkan kolaborasi yang semakin kuat antara peserta, komunitas, dan penyelenggara. Ia juga menyoroti peningkatan jumlah peserta yang hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebagai tanda meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya.
“Festival ini kami hadirkan sebagai ruang terbuka bagi karya masyarakat Bali sekaligus etalase budaya bagi pengunjung lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Di balik megahnya ogoh-ogoh yang ditampilkan, tersimpan proses panjang penuh dedikasi dari para pemuda yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu, bahkan hingga larut malam, demi menyelesaikan setiap detail karya. Proses ini tak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga mempererat ikatan sosial dan menjadi ruang belajar lintas generasi.
Penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Anak Agung Gede Agung Rama Putra, I Kadek Sumariyasa, I Wayan Juliarta, serta Andre Prawiradisastra.
Adapun para pemenang Festival Ogoh-Ogoh 2026 adalah:
Juara 1: Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa (Banjar Bualu) dengan karya “Roga Sanggara Bumi”
Juara 2: Sekaa Teruna Setya Budhi (Banjar Ubung) dengan karya “Pragola Mayuda Pralaya”
Juara 3: Sekaa Teruna Widya Dharma (Banjar Tengah) dengan karya “Asuri Bava”
Juara Favorit Pengunjung: Sekaa Teruna Yowana Pratyaksa (Banjar Bualu)
Selain menjadi panggung utama lomba ogoh-ogoh, festival ini juga menghadirkan program My Melali GWK Market yang berlangsung pada 21–23 Maret 2026. Program ini melibatkan berbagai UMKM dan brand lokal yang menawarkan beragam produk kreatif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, pengunjung juga disuguhkan hiburan interaktif melalui penampilan Pemoeda Soeka Karaoke yang menambah semarak suasana festival.
Dengan konsep yang memadukan budaya, kreativitas, dan hiburan, Festival Ogoh-Ogoh 2026 di GWK tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga perayaan identitas budaya Bali yang hidup dan terus berkembang di tangan generasi mudanya. (Red/*)










































