Mediakawasan.co.id, Jakarta – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) kembali menghadirkan gerakan kolaboratif yang memadukan aspek ekonomi, spiritual, dan sosial melalui Bazaar Ramadhan Kowani 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 25–27 Februari 2026 di Kantor Kowani, Jakarta Pusat, ini menjadi ruang sinergi antara penguatan UMKM perempuan dan pendalaman nilai-nilai Ramadan.
Tak sekadar ajang jual-beli, bazaar ini menghadirkan puluhan stan UMKM perempuan yang menawarkan beragam produk kreatif, mulai dari fesyen, kuliner, hingga kerajinan tangan. Para pelaku usaha perempuan mendapatkan ruang promosi sekaligus peluang memperluas jejaring pasar di momen Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Di sisi spiritual, rangkaian kajian Ramadan turut memperkaya agenda acara dengan menghadirkan narasumber seperti Imam Teguh Saptono, Siti Nur Azizah, Mamah Dedeh, dan Astri Ivo. Mereka membahas pentingnya menjaga keseimbangan antara keberdayaan ekonomi dan ketakwaan, serta bagaimana perempuan dapat berperan sebagai pilar keluarga dan agen perubahan sosial.
Ketua Umum Kowani, Nannie Hadi Tjahyanto, menegaskan bahwa Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian finansial perempuan yang berlandaskan nilai kebajikan. “Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga agen perubahan sosial melalui semangat berbagi,” ujarnya.
Salah satu sorotan acara adalah fashion show yang menampilkan karya desainer perempuan Indonesia. Peragaan busana ini tidak hanya menjadi panggung kreativitas, tetapi juga simbol kepercayaan diri dan eksistensi perempuan di ruang publik. Koleksi yang ditampilkan mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai identitas lokal dalam dinamika ekonomi modern.
Dimensi sosial turut diperkuat melalui kegiatan pembagian paket Ramadan dan penggalangan donasi untuk perempuan dan anak prasejahtera. Kowani juga mendorong partisipasi keluarga, termasuk anak-anak, agar nilai empati dan kepedulian sosial dapat ditanamkan sejak dini.
Selain itu, bazaar ini menghadirkan workshop pengelolaan keuangan dan kewirausahaan sebagai bagian dari komitmen pendampingan berkelanjutan bagi perempuan agar mampu naik kelas secara ekonomi. Upaya ini menjadi langkah awal pembentukan ekosistem ekonomi inklusif yang melibatkan organisasi perempuan, pelaku UMKM, dan masyarakat luas.
Sebagai federasi organisasi perempuan tertua di Indonesia, Kowani terus memperkuat perannya sebagai katalisator perubahan dengan mengintegrasikan isu ekonomi, pendidikan, dan sosial dalam setiap programnya. Bazaar Ramadhan Kowani 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga model pemberdayaan yang dapat direplikasi di berbagai daerah.
Masyarakat pun diajak berpartisipasi aktif, baik sebagai pembeli produk UMKM perempuan maupun relawan dalam aksi sosial. Melalui keterlibatan bersama, semangat Ramadan diwujudkan dalam dukungan nyata terhadap ekonomi lokal dan kepedulian terhadap sesama. (Red/*)











































