Mediakawasan.co.id, Jakarta — Medistra Hospital resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Stroke Ready Hospital dalam acara Health Talk “Know the Signs of Stroke — BE FAST” yang digelar di lantai 6 Medistra Hospital, Jakarta. Program ini dirancang untuk memastikan pasien dengan gejala stroke mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan komprehensif.
Acara tersebut menghadirkan pakar saraf Medistra Hospital: Dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K), dan dr. Ika Yulieta Sihombing, Sp.N, dengan moderator dr. Rimawati Tedjasukmana, Sp.S, RPSGT.
Direktur Medistra Hospital, Adhitya Wardhana, MARS, menjelaskan bahwa program Stroke Ready Hospital menjadi langkah strategis dalam menghadapi tingginya angka kejadian stroke di Indonesia.
“Kami siap memberikan perawatan terbaik dengan tim medis berpengalaman, fasilitas lengkap, dan sistem penanganan darurat yang efisien. Tujuannya adalah menyelamatkan nyawa sekaligus menekan angka kecacatan akibat stroke,” tegasnya.
Ancaman Stroke yang Meningkat
Stroke masih menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia dan penyebab utama kecacatan jangka panjang di Indonesia. Data WHO mencatat setiap enam detik, satu orang meninggal akibat stroke. Lonjakan kasus semakin terasa di perkotaan, seiring gaya hidup modern yang penuh tekanan.
Adhitya menekankan pentingnya golden period atau masa emas 3–4,5 jam pertama setelah gejala muncul. Jika pasien ditangani dalam periode ini, peluang pemulihan bahkan hingga mendekati kondisi normal sangat besar. Namun keterlambatan akan berakibat pada kerusakan otak permanen.
Keunggulan Stroke Ready Hospital
Program ini hadir dengan sejumlah keunggulan dibandingkan penanganan standar, antara lain:
- Fast Track: pasien stroke langsung ditangani tanpa prosedur administrasi panjang.
- Tim Multidisiplin: melibatkan spesialis saraf, radiologi, rehabilitasi medis, serta perawat terlatih.
- Fasilitas Medis 24 Jam: termasuk CT Scan untuk diagnosis cepat.
- Terapi Trombolisis: penghancur bekuan darah yang efektif bila diberikan dalam golden period.
Dukungan Rehabilitasi Pasca-Stroke
Selain penanganan darurat, Medistra Hospital juga menyediakan layanan rehabilitasi pasca-stroke, mulai dari fisioterapi, terapi wicara, hingga rehabilitasi okupasi. Dr. Manfaluthy Hakim, SpS(K), menegaskan bahwa meski tidak semua pasien bisa pulih sepenuhnya, terapi yang tepat dapat membantu mereka tetap hidup mandiri.
Dr. Ika Yulieta Sihombing, Sp.N, menambahkan bahwa keberhasilan terapi sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien tiba di rumah sakit. “Jika datang dalam golden period dan mendapat terapi trombolisis, peluang pulih tanpa gejala sisa sangat tinggi,” ujarnya.
Edukasi Publik: Kenali Gejala FAST
Masyarakat juga diingatkan untuk mengenali tanda-tanda stroke dengan metode FAST:
- F (Face Drooping): wajah menurun atau tidak simetris,
- A (Arm Weakness): kelemahan pada lengan,
- S (Speech Difficulty): bicara pelo atau sulit dimengerti
- T (Time to Call): segera hubungi layanan darurat.
Gejala lain yang sering terlewat di antaranya pandangan kabur, pusing berputar, dan kehilangan keseimbangan mendadak.
Komitmen Medistra untuk Indonesia Lebih Sehat
Dengan hadirnya program Stroke Ready Hospital, Medistra Hospital menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam penanganan stroke di Indonesia.
“Harapan kami, program ini bisa membantu masyarakat mengenali gejala sejak dini, datang ke rumah sakit tepat waktu, serta mendapatkan perawatan komprehensif agar risiko kecacatan dapat ditekan,” tutup Adhitya. (Red/*)









































