Mediakawasan.co.id, Tangerang – Nyeri kronis bukan sekadar keluhan fisik, melainkan sebuah kondisi medis kompleks yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien, mulai dari mobilitas hingga kesehatan mental. Untuk menjawab tantangan ini, Siloam Hospitals Lippo Village menghadirkan layanan Manajemen Intervensi Nyeri, sebagai solusi modern dan tepat sasaran dalam menangani nyeri kronis dan akut yang sulit diatasi dengan metode konvensional.
Menurut Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, SpN(K), FIPP, CIPS, Dokter Spesialis Neurologi Sub Spesialis Neurologi Nyeri di Siloam Hospitals Lippo Village, nyeri kronis merupakan kondisi yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan sering kali tidak kunjung sembuh meskipun penyebab awalnya telah ditangani.
“Masalah utama dalam nyeri kronis bukan hanya rasa sakitnya, tetapi dampaknya terhadap kehidupan pasien secara keseluruhan—fisik, emosional, dan sosial,” ujar Prof. Yusak.
Pendekatan Intervensi: Minimal Invasif, Maksimal Efektif
Manajemen Intervensi Nyeri merupakan prosedur medis dengan pendekatan minimal invasif yang menggunakan teknologi pencitraan mutakhir seperti X-ray dan ultrasound untuk mendeteksi dan menangani sumber nyeri secara langsung. Prosedur ini dilakukan oleh tim medis dengan pelatihan khusus dan berbasis pada praktik medis berbasis bukti (evidence-based).
“Manajemen Intervensi Nyeri dilakukan oleh tim medis dengan pendekatan berbasis ilmu medik. Pendekatan ini membantu kami menemukan dan menangani sumber nyeri dengan lebih tepat. Prosedur ini sangat bermanfaat, terutama bagi pasien yang sudah lama merasakan nyeri namun belum membaik dengan pengobatan biasa,” jelas Prof. Yusak.
Prosedur ini tidak memerlukan pembedahan besar, dengan tingkat risiko rendah dan hasil yang cepat. Banyak pasien mengalami perbaikan signifikan bahkan pada kasus yang sebelumnya dianggap sulit diatasi.
Teknologi Terkini dan Layanan Komprehensif
Sebagai bagian dari Neuroscience Center Siloam Hospitals Lippo Village—pusat layanan saraf unggulan yang menangani stroke, epilepsi, tumor otak, cedera kepala, dan nyeri neurogenik—layanan intervensi nyeri ini memperkuat posisi rumah sakit sebagai pusat rujukan saraf terintegrasi.
Teknik yang digunakan meliputi Radiofrequency Ablation (RFA), blok saraf, penyuntikan epidural, genicular block, prosedur caudal epidural, hingga teknik neuroplastik dan neuromodulasi untuk kasus yang kompleks.
RFA menjadi metode unggulan dengan menggunakan panas dari gelombang radio untuk menghambat sinyal nyeri dari saraf menuju otak. Prosedur ini dilakukan dengan panduan imaging dan pasien umumnya dapat langsung kembali beraktivitas setelah tindakan.
Tim Multidisiplin dan Perawatan Personal
Keunggulan dari layanan ini adalah kolaborasi tim multidisiplin. Setiap pasien akan melalui evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis saraf sebelum ditentukan penanganan yang paling sesuai. Pendekatan ini memastikan bahwa terapi bukan hanya bersifat sesaat, tetapi merupakan bagian dari strategi pemulihan jangka panjang.
Layanan ini tersedia untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap, dan terbuka bagi mereka yang mengalami nyeri pasca trauma, pasca stroke, gangguan saraf tepi, hingga nyeri akibat kanker.
Harapan Baru untuk Hidup Bebas Nyeri
Dengan menghadirkan Manajemen Intervensi Nyeri, Siloam Hospitals Lippo Village menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan berstandar tinggi dan berbasis teknologi.
“Kami percaya bahwa setiap orang berhak terbebas dari rasa nyeri yang mengganggu hidupnya. Dengan hadirnya prosedur ini, kami ingin memberikan harapan dan solusi hidup yang lebih baik bagi mereka yang sudah lama hidup berdampingan dengan rasa sakit,” pungkas Prof. Yusak. (Red/*)








































