Mediakawasan.co.id, Tangerang – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-4, Primaya Hospital Pasar Kemis menggelar kegiatan bakti sosial berupa tindakan bedah minor Soft Tissue Tumor (STT) secara gratis kepada 40 pasien. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan ulang tahun rumah sakit sekaligus mencerminkan komitmen nyata Primaya Hospital Pasar Kemis dalam memberikan layanan kesehatan yang profesional dan bermutu kepada masyarakat.
Soft Tissue Tumor atau benjolan jinak di bawah kulit merupakan kondisi yang umum dialami masyarakat, namun sering tidak tertangani karena keterbatasan biaya dan akses layanan kesehatan. Melalui kegiatan ini, Primaya Hospital Pasar Kemis berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan keunggulan fasilitas Surgery Center, salah satu layanan unggulan rumah sakit.
“Primaya Hospital Pasar Kemis memiliki tim dokter bedah yang lengkap untuk kelas rumah sakit tipe C. Ini adalah keunggulan kami, dan sudah sepatutnya dibagikan kepada masyarakat. Soft Tissue Tumor dipilih karena cukup sering ditemukan, mudah ditangani oleh tenaga ahli, dan berdampak besar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar dr. Novita Widyawaty, M.Sc., MARS, Direktur Primaya Hospital Pasar Kemis.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan empat tahun rumah sakit, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial terhadap komunitas sekitar. Seleksi pasien dilakukan berdasarkan kebutuhan medis, dan operasi akan dilakukan secara bertahap oleh tim bedah berpengalaman dari Primaya Hospital Pasar Kemis.
“Sebagai institusi layanan kesehatan, pengabdian kepada masyarakat adalah bagian dari fokus kami. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata dan menginspirasi pelayanan kesehatan lainnya,” tambah dr. Novita.
Pada pelaksanaan kegiatan, Ketua Panitia Bakti Sosial, dr. Ridwan Tandiawan, Sp.PD, turut menjelaskan, “Soft Tissue Tumor merupakan kondisi medis yang sering diabaikan karena dianggap tidak berbahaya atau karena keterbatasan biaya. Padahal, jika dibiarkan, benjolan bisa membesar, mengganggu fungsi tubuh, bahkan menimbulkan infeksi. Melalui program ini, kami ingin memberikan intervensi dini yang efektif sekaligus edukasi kepada masyarakat.”
Lebih lanjut, dr. Ridwan menambahkan bahwa sebagian besar peserta telah hidup bertahun-tahun dengan benjolan di tubuh mereka. “Beberapa pasien mengalami ketidaknyamanan hingga gangguan aktivitas. Dengan tindakan pengangkatan benjolan, mereka kini dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ungkapnya.
Selain tindakan medis, kegiatan ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa:
Tidak semua benjolan bersifat ganas, namun tetap perlu diperiksakan.
Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi.
Pemeriksaan STT dapat dilakukan di layanan primer, tanpa harus menunggu kondisi parah untuk dirujuk ke spesialis.
“Kami berharap bakti sosial ini tidak hanya bermanfaat bagi 40 pasien yang menerima layanan, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat luas agar lebih proaktif menjaga kesehatan. Jangan tunggu benjolan membesar atau terasa sakit baru memeriksakan diri,” tutup dr. Ridwan Tandiawan, Sp.PD. (Red/rlls).








































