Mediakawasan.co.id, Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 kembali menjadi titik kumpul perjuangan bagi jutaan pekerja di Indonesia. Lebih dari 1,2 juta buruh dari berbagai sektor turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka, mulai dari tuntutan kesejahteraan hingga kekhawatiran terhadap kebijakan yang dianggap mengancam demokrasi.
Di Jakarta, ribuan buruh memadati kawasan Monas hingga depan Istana Negara. Aksi serupa berlangsung damai di Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Spanduk tuntutan diangkat tinggi, orasi menggema, dan langkah kaki demonstran menjadi simbol perjuangan kolektif yang terorganisir.
PHK Massal dan Ancaman Supremasi Sipil
Isu utama May Day tahun ini adalah meningkatnya angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 18.610 pekerja kehilangan pekerjaan hingga Februari 2025, dengan Jawa Tengah mencatat angka tertinggi, yaitu 10.677 kasus.
Selain itu, buruh juga menyuarakan penolakan terhadap revisi Undang-Undang TNI yang dinilai membuka celah keterlibatan militer dalam urusan sipil. Mereka menganggap revisi tersebut sebagai ancaman terhadap prinsip supremasi sipil dan demokrasi.
Respon Negara: Desk Ketenagakerjaan dan Komitmen Presiden
Menjawab dinamika ini, Polri membentuk “Desk Ketenagakerjaan” sebagai ruang penyelesaian konflik ketenagakerjaan yang cepat dan transparan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan, inisiatif ini merupakan komitmen untuk menjembatani kepentingan buruh dan pengusaha secara adil.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam peringatan May Day di Monas. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa buruh adalah pilar ekonomi nasional dan menyatakan komitmennya untuk bekerja sama demi pertumbuhan yang inklusif.
Presiden menanggapi enam tuntutan utama buruh, termasuk penghapusan outsourcing, pembentukan Satgas PHK, penetapan upah layak, serta pengesahan RUU Ketenagakerjaan dan RUU PPRT. Ia juga menyatakan dukungan terhadap RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi, dan menjanjikan pembentukan Satgas PHK sebagai langkah konkret melindungi hak pekerja.
May Day sebagai Cermin dan Harapan
May Day 2025 menjadi lebih dari sekadar peringatan; ia adalah refleksi kondisi dunia kerja Indonesia. Di tengah ketidakpastian, para buruh tetap memupuk harapan akan sistem ketenagakerjaan yang adil, partisipatif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
Bagi mereka, turun ke jalan bukan akhir perjuangan, melainkan awal dari desakan akan perubahan nyata. (Red/*)













































