Mediakawasan.co.id, Tangerang Selatan – Isra Mi’raj, salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam, tidak hanya menjadi momen yang diperingati setiap tahun, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Untuk menggali makna ini, kami berbincang dengan Ustaz Abdul Somad, seorang ulama dan pendakwah terkemuka di Indonesia.
Isra Mi’raj: Perjalanan Lahir dan Batin
Menurut Ustaz Abdul Somad, Isra Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam dua tahap: perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), dan perjalanan vertikal ke Sidratul Muntaha (Mi’raj). Peristiwa ini menunjukkan kebesaran Allah dan menjadi bukti kuat keimanan Rasulullah SAW.
“Isra Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang mengajarkan kita pentingnya hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dalam Isra, kita diajarkan untuk menjaga hubungan sosial. Dalam Mi’raj, kita diajak untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah,” jelas Ustaz Abdul Somad.
Makna Spiritual di Balik Isra Mi’raj
Isra Mi’raj juga menjadi momen diturunkannya perintah salat lima waktu, yang merupakan pilar utama dalam Islam. “Salat adalah simbol koneksi langsung antara manusia dan Allah. Dalam setiap rakaat, kita diajak untuk merenungi kebesaran-Nya, bersyukur atas nikmat-Nya, dan memohon petunjuk serta ampunan-Nya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa salat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga terapi spiritual bagi jiwa manusia. “Salat adalah momen kita melepas beban duniawi dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketika kita benar-benar memahami hakikat salat, kita akan merasakan ketenangan yang luar biasa,” ujarnya.
Pesan Isra Mi’raj untuk Umat Muslim
Perayaan Isra Mi’raj seharusnya tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momentum refleksi diri. “Isra Mi’raj mengingatkan kita bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju Allah. Kita harus menjaga keseimbangan antara hubungan sosial dan spiritual. Selain itu, kita harus terus meningkatkan kualitas salat kita agar menjadi insan yang lebih baik,” kata Ustaz Abdul Somad.
Sebagai penutup, Ustaz Abdul Somad mengajak umat Muslim untuk menjadikan Isra Mi’raj sebagai momen introspeksi diri. “Marilah kita jadikan peristiwa ini sebagai inspirasi untuk lebih taat beribadah, meningkatkan rasa syukur, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia,” tutupnya.
Isra Mi’raj bukan hanya sebuah cerita, tetapi juga pelajaran hidup yang relevan sepanjang zaman. Semoga peringatan Isra Mi’raj tahun ini membawa keberkahan dan inspirasi bagi umat Muslim di seluruh dunia.













































