Mediakawasan.co.id, Lebak Banten-Mahasiswa UMN berhasil mengkomunikasikan literasi mitigasi bencana melalui ragam karya yang tergabung sebagai kepanitiaan Teduh Gemuruh. Teduh Gemuruh sendiri ialah sekumpulan acara mahasiswa akhir UMN yang sedang melakukan magang MBKM Kemanusiaan di Gugus Mitigasi Lebak Selatan. Karya yang dihasilkan seperti, beberapa Lokakarya, Pameran, Teater sampai Malam Kebersamaan. Acara dimulai pada 15 Oktober 2022 sampai penutupan acara ‘Salamat Sadayana’ pada tanggal 19 Desember 2022.
“Semoga dengan adanya rangkaian Teduh Gemuruh ini masyarakat sekitar semakin tau dan sadar dengan mitigasi bencana dengan cara yang menghibur” jelas Anis Faizal Reza selaku Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (15/10/22).
Sora Muda-Mudi
Sora muda mudi sendiri merupakan sebuah lokakarya bertema public speaking dan media sosial yang dicetuskan oleh Margaretha Putri. Sesuai dengan nama nya “sora” berasal dari bahasa sunda yang memiliki arti suara. Harapannya melalui acara ini pemuda pemudi bisa menyuarakan diri mereka mengenai mitigasi kebencanaan melalui sosial media.
Target dari Sora Muda-Mudi ini adalah 18 Germas (Gerakan Masyarakat Desa). Puisi Penyelamatku “Puisi penyelamatku memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai mitigasi yang dikemas dalam bentuk puisi,” jelas Faza Adlan Project Manager.
Perlombaan ini menargetkan osis MTSn 2 Lebak, diharapkan peserta dapat lebih mudah mengingat mengenai mitigasi dikarenakan harus memasukan keyword mitigasi di karya puisi mereka sehingga dapat lebih mudah diingat karena peserta sendiri yang membuat karyanya.
Teriakan Anak Pantai Teater teriakan anak pantai merupakan teater yang mengangkat mengenai isu kebencanaan yang dipadukan dengan unsur tari dan musik yang bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat mengenai mitigasi bencana. Dalam upaya untuk mengurangi risiko bencana, maka komunikasi bencana tersebut dituangkan dalam seni pertunjukan teater teriakan anak pantai.
Teater ini diambil berdasarkan isu dan karakter tokoh yang ada pada beberapa opini dan pendapat dari masyarakat Desa Panggarangan. Teater ‘Teriakan Anak Pantai’ yang diciptakan oleh Adinda Nasuwah ini mampu membius warga desa Panggarangan dengan alur cerita yang mendalam namun mampu mengundang gelak tawa.
‘Apa Salahnya Siaga?’ Pameran “Apa Salahnya Siaga?” diharapkan dapat menjadi salah satu upaya literasi mitigasi dari segi visual dan eksperiens. Upaya tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan paparan berupa materi, melainkan dalam hal yang lebih nyata melalui karya yang dipamerkan dalam pameran.
“Pameran “Apa Salahnya Siaga?” diharapkan dapat menjadi salah satu upaya literasi mitigasi dari segi visual dan eksperiens. Upaya tersebut bertujuan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan paparan berupa materi, melainkan dalam hal yang lebih nyata melalui karya yang dipamerkan dalam pameran,” ungkap Riska Noveriena Project Manager ‘Apa Salahnya Siaga’.
Malam Kebersamaan
“Penyelenggaraan event malam kebersamaan dapat menjadi media untuk mengkomunikasikan literasi mitigasi untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelas Project Manager Malam Kebersamaan Eugenia Keshia.
Penyelenggaraan event malam kebersamaan dapat menjadi media untuk mengkomunikasikan literasi mitigasi untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana yang menargetkan masyarakat sekitar desa Panggarangan. Malam kebersamaan ini menjadi wadah dari 2 karya lainnya, Teriakan Anak Pantai dan ‘Apa salahnya siaga?’ yang diadakan pada tanggal 19 November 2022. Salamat Sadayana Salamat Sadayana adalah acara yang dicetuskan oleh Zalfa Azhar Qathrunnada, menjadi penutup dari rangkaian acara karya Teduh Gemuruh yang diadakan oleh mahasiswa UMN (19/12/22).
Salamat Sadayana sendiri adalah sosialisasi mitigasi bencana untuk pendamping disabilitas yang turut menghadirkan Idzma Mahayattika dan Melina Lestari selaku Founder Kidzsmile, serta Kikin Tarigan selaku Komisaris Komisi Nasional Disabilitas sebagai narasumber.
“Adanya Teduh Gemuruh ini semoga dapat dijadikan sebagai acara yang dapat menghibur masyarakat Desa Bayah dan secara tidak langsung bisa menyebarkan literasi mitigasi bencana. Oleh karena itu, melalui rangkaian acara ini diharapkan masyarakat dapat menaruh perhatian lebih terhadap ancaman kebencanaan dengan bersikap siaga yang merupakan tanggungjawab bersama.” ujar Faza Adlan Ketua Teduh Gemuruh (15/10/22).
Selain itu rangkaian acara Teduh Gemuruh di support oleh Komisi Nasional Disabilitas dan para kolaborator Kidzsmile dan Uinspire, serta media partner Siagabencana.com dan KomBen.
(Penulis: Zalfa Azhar Qathrunnada, Nada Athaya & Nukhe Nurtaviana Pramesti)











































